Rombongan Jokowi datang di Masjid Gede Kauman, Yogyakarta, sekitar pukul 15.00 WIB. Sang Presiden tampak mengenakan kemeja putih, peci hitam, dan masker berwarna coklat.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 27 Mei 2022 - 16:51 WIB
WowKeren - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Ma'arif dilaporkan meninggal dunia di Yogyakarta pada Jumat (27/5) pagi ini. Prosesi salat jenazah Buya Syafii turut diikuti oleh Presiden Joko Widodo.
Rombongan Jokowi datang di Masjid Gede Kauman, Yogyakarta, sekitar pukul 15.00 WIB. Sang Presiden tampak mengenakan kemeja putih, peci hitam, dan masker berwarna coklat.
Jokowi sendiri telah menyampaikan ucapan bela sungkawa atas kepergian Buya Syafii di akun media sosial resminya. Jokowi mengaku terakhir kali bertemua Buya Syafii kala menjenguknya di kediamannya di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, sekitar dua bulan lalu.
"Atas nama pemerintah, rakyat Indonesia, saya menyampaikan bela sungkawa yang dalam atas berpulangnya Buya Syafii," tulis Jokowi di akun Instagram resminya, Jumat. "Semoga segala amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT, diampuni kesalahannya, dan segenap keluarga yang ditinggalkan sabar dan tabah. Selamat jalan Sang Guru Bangsa."
Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir memimpin proses salat jenazah tersebut. Haedar mengenang Buya Syafii sebagai sosok yang menjunjung nilai-nilai moral etika, akhlak, dan keadaban mulia.
Rencananya, Buya Syafii akan dimakamkan di Pemakaman Muhammadiyah Husnul Khotimah di Dusun Donomulyo, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo usai salat Ashar. Mendiang menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta.
Sebelum meninggal dunia, Buya Syafii memang sudah sempat dirawat di RS PKU Muhammadiyah karena mengalami sesak napas. Pada akhir Maret lalu, Buya Syafii juga sempat dirawat karena terkena serangan jantung ringan.
Kemudian pada 17 Mei 2022 lalu, pihak rumah sakit sempat menyatakan kondisi Buya Syafii telah stabil namun masih memerlukan banyak istirahat. Kepergian Buya Syafii meninggalkan duka bagi banyak pihak.
Salah satunya Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan yang menilai Buya Syafii sebagai sosok panutan. "Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang orangtua kita semua, Buya Ahmad Syafii Maarif. Kita semua berduka karena kehilangan seorang tokoh besar, guru bangsa, seorang panutan, teladan yang menginspirasi dan menggerakkan seluruh elemen bangsa," tutur Zulkifli pada Jumat.
Ia mengaku sempat beberapa kali berusaha menjenguk usai Buya Syafii dikabarkan sakit beberapa waktu lalu. "Tetapi informasi dari kerabat Buya, kondisinya tidak memungkinkan untuk dijenguk dan menerima tamu. Selama Buya sakit, tak lepas saya selalu mendoakan," tukasnya.
(wk/Bert)