Sebelumnya, 'kode' itu disampaikan Jokowi dalam Rakernas V Projo di Magelang, Jawa Tengah, yang turut dihadiri oleh Ganjar. Jokowi saat itu berpesan agar mereka tidak tergesa-gesa dalam berbicara politik, khususnya tentang Capres 2024.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 28 Mei 2022 - 00:23 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo dinilai sempat memberikan "kode dukungan" kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beberapa waktu lalu. Kode itu disampaikan Jokowi dalam Rakernas V Projo di Magelang, Jawa Tengah, yang turut dihadiri oleh Ganjar. Jokowi saat itu berpesan agar mereka tidak tergesa-gesa dalam berbicara politik, khususnya tentang Capres 2024.
"Fokus untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada dahulu, ojo kesusu sik, jangan tergesa-gesa, meskipun mungkin yang kita dukung ada di sini," ujar Jokowi kala itu.
Kekinian, PDIP buka suara soal "kode dukungan" Jokowi terhadap Ganjar tersebut. Menurut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, pernyataan Jokowi tersebut hanya sekadar ice breaking alias untuk mencairkan suasana dan tidak serius.
"Pak Jokowi kan ice breaking kalau dalam teori komunikasi itu ice breaking. Ice breaking ya, ice breaking,"
Lebih lanjut, Hasto menegaskan bahwa pencalonan presiden 2024 dari PDIP mutlak berada di tangan Sang Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Menurutnya, Jokowi selama ini juga intens berkomunikasi dengan Megawati. Termasuk pada Idul Fitri lalu kala keduanya turut membahas isu strategis saat bertemu.
"Dan itu yang dibahas kan hal-hal strategis. Membahas calon presiden dan wapres tidak bisa dilakukan di pinggir jalan. Itu harus dilakukan di tempat hening," ujarnya.
Selain itu, Hasto juga membantah anggapan hubungan Jokowi dan PDIP tengah merenggang usai pernyataan dalam Rakernas V Projo tersebut. Hasto mengatakan kerenggangan Jokowi dan PDIP hanyalah persepsi pihak lain. Semua kader PDIP yang menjabat sebagai kepala daerah, termasuk Ganjar, kini tetap mematuhi arahan Megawati selaku Ketua Umum PDIP.
"Renggang dekat jauh dekat itu kan persepsi yang suatu skenario politik yang digalang pihak lain," tukasnya.
Sebelumnya, Ganjar sendiri sempat buka suara soal "kode dukungan" dari Jokowi tersebut. Ganjar mengaku tidak mau gede rasa alias GR dan juga tidak ingin berspekulasi dengan maksud arahan Jokowi kepada organisasi relawan Projo.
"Ya, saya sebagai gubernur (saat itu) mendampingi (Presiden Jokowi), ojo GR-an (jangan besar rasa)," tutur Ganjar pada Senin (23/5).
(wk/Bert)