Penumpang Curhat Kecapekan Hingga Kebingungan Soal Rute Baru KRL, KAI Bilang Begini
Unsplash/Febrian Adi
Nasional

Salah seorang penumpang KRL tujuan Bogor menilai sistem transit di Stasiun Manggarai tersebut sangat melelahkan. Ia sendiri mengaku masih kebingungan karena masih belum memahami rute transitnya.

WowKeren - Rute baru KRL yang telah diterapkan sejak Sabtu (28/5) pekan lalu mengharuskan para penumpang tujuan Bekasi dan Bogor untuk transit di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan. Namun kebijakan baru ini rupanya sempat menimbulkan penumpukan di Stasiun Manggarai dan banyak dikeluhkan oleh para penumpang.

Salah seorang penumpang KRL tujuan Bogor bernama Murad menilai sistem transit tersebut sangat melelahkan. Ia sendiri mengaku masih kebingungan karena masih belum memahami rute transitnya.

"Lumayan capek, karena biasanya Bogor- Sudirman kan langsung, karena sekarang ada transit gini lumayan capek juga harus berdesakan. Lagi lagi kayak gini," ungkap Murad pada Senin (30/5). "Jadi lebih capek saja karena kita kan harus transit, harus desak-desakan lagi."

Sementara itu, karyawan swasta bernama Karin mengaku sistem baru ini membuatnya harus berangkat lebih awal agar bisa tiba di kantor tepat waktu. Karena harus lebih banyak transit untuk sampai ke kantornya, Karin pun merasa kesulitan dengan penerapan rute baru tersebut.


"Lebih ribet sih karena harus transit kali. Dari Depok mau ke Sudirman biasanya ada yang langsung kan," ujarnya.

Di sisi lain, pihak KAI Commuter telah menanggapi berbagai keluhan yang dimiliki para penumpang KRL. Menurut VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba, pasti akan ada pro-kontra terhadap kebijakan baru.

"Jadi pasti ya yang namanya pro dan kontra ada. Tapi dari yang Bekasi-Tanah Abang pasti mereka senang ya karena tidak perlu transit lagi. Tetapi yang dulunya tidak perlu transit jadi harus transit, perubahan budaya pasti kami terima kritik dan saran," papar Anne, Senin. "Oleh karena itu, fasilitas transit saat ini difasilitasi dengan lift dan eskalator sehingga mereka tetap merasa nyaman."

Lebih lanjut, Anne menyatakan bahwa sosialisasi terkait rute baru akan terus dilakukan. Baik secara langsung ataupun melalui platform media sosial.

"Kami perkirakan bahwa adaptasi terhadap commuters ini akan berlangsung 14 hari supaya mereka bisa adaptasi. Tapi yang perlu diingat bahwa pengguna jasa KRL ini tidak hanya yang rutin tapi juga musiman," terangnya. "Sehingga sosialisasi edukasi yang paling tepat adalah di atas kereta dan stasiun supaya mereka terinfo ketika di stasiun akan transit di mana, kemudian ketika di KRL mereka juga terinfo."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait