Bangunan laboratorium itu disebut berupa rumah dan remang-remang sehingga kemungkinan membuat banyak orang tidak tahu fasilitas itu sudah berdiri selama 40 tahun.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 31 Mei 2022 - 13:38 WIB
WowKeren - Media Rusia, Sputnik, mengklaim ada laboratorium biologis milik angkatan laut Amerika Serikat (AS) di Indonesia yang diduga menjadi penyimpanan patogen dan virus berbahaya. Laboratorium itu disebut berada di tengah perkampungan padat dan jalanan yang sempit di Jalan Percetakan Negara, Johar Baru, Jakarta Pusat.
Bangunan laboratorium itu disebut berupa rumah dan remang-remang sehingga kemungkinan membuat banyak orang tidak tahu fasilitas itu sudah berdiri selama 40 tahun. Meski demikian, fakta lokasi laboratorium tersebut agak berbeda dari deskripsi Sputnik.
Jalan Percetakan Negara yang disebutkan Sputnik bukanlah perkampungan padat dan jalanan sempit. Jalan itu merupakan jalan raya dua arah yang besar. Gedung Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes RI juga berlokasi di jalan tersebut. Ditjen P2P Balitbangkes Kemenkes RI juga terdapat di dalam gedung itu.
Sementara itu, Rumah Tahanan (Rutan) Salemba dan Gedung Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) terletak di jalan tersebut. Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sri Oemijati terletak di Jalan Percetakan Negara No. 23.
Ketika ditanya terkait laboratorium biologis yang dimaksud, Camat Johar Baru, Nurhelmi Savitri, mengaku tidak mengetahuinya. "Saya kurang paham," ujar Nurhelmi kepada Tribunnews.com, dilansir Selasa (31/5).
Warga sekitar juga mengaku tidak tahu soal keberadaan laboratorium biologis yang dimaksud Sputnik. Kapolsek Johar Baru, Kompol Ari Susanto, pun tak bisa berkomentar banyak kala ditanya mengenai keberadaan laboratorium tersebut.
"Silakan bertanya kepada yang berwenang menjawab," katanya.
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, sempat menduga tudingan Rusia tersebut berkaitan dengan proyek NAMRU-2. "Ini terkait kerja sama Namru-2 (Naval Medical Research Unit Two) kalau tidak salah," ujar Faizasyah kepada detikX beberapa waktu lalu.
Diketahui, Naval Medical Research Unit Two alias NAMRU-2 didirikan di Jakarta pada tahun 1970 untuk mempelajari penyakit menular yang berpotensi menyerang militer-militer AS di Asia. Namun laboratorium tersebut telah ditutup pemerintah pada Oktober 2009 silam.
(wk/Bert)