Video tersebut diunggah seorang pria yang mengaku digagalkan saat mengikuti tahap seleksi calon Bintara Polri 2021 di Polda Metro Jaya. Video tersebut beredar luas di masyarakat.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Selasa, 31 Mei 2022 - 13:37 WIB
WowKeren - Seorang pemuda yang diketahui identitasnya sebagai Fahri Fadilah Nur Rizki belum lama ini mengaku digagalkan dalam seleksi calon Bintara Polri 2021 di Polda Metro Jaya. Pengakuan ini disampaikan oleh Fahri dalam sebuah video yang diunggah ke media sosial.
Kemudian video tersebut pun menjadi beredar luas di masyarakat. Menanggapi hal tersebut, pihak Polda Metro Jaya lantas buka suara.
Polda Metro Jaya menyebut bahwa Fahri bukan lah digagalkan dalam seleksi calon Bintara Polri 2021. Melalui konferensi pers pada Senin (30/5) kemarin, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan bahwa Fahri sebenarnya tidak memenuhi salah satu syarat dalam seleksi Bintara Polri 2021.
Maka dari itu, kata Zulpan, Fahri tidak dapat mengikuti pendidikan siswa Bintara Polri 2021, yang sejatinya dilaksanakan di kawasan Lido, Sukabumi, Jawa Barat. "Polda Metro Jaya merespons dan tidak antikritik dengan pernyataan calon siswa tersebut," tutur Zulpan kepada wartawan, Senin (30/5).
Sebagaimana diketahui, dalam video yang diunggahnya ke media sosial, Fahri mengaku telah lolos tes seleksi calon Bintara Polri 2021 di Polda Metro Jaya. Bahkan ia menyebut juga menduduki peringkat 35 dari total 1.200 peserta.
"Saya siswa Bintara Polri yang digagalkan ketika mau berangkat pendidikan. Saya sudah lulus terpilih, ranking saya 35 dari 1.200 orang dari Polda Metro Jaya," ujar Fahri dalam video yang beredar, dilihat Selasa (31/5).
Akan tetapi, menurut pengakuan Fahri, nama dirinya dalam daftar calon mendadak hilang dan digantikan dengan nama orang lain beberapa hari menjelang waktu pendidikan. Alhasil, ia tidak bisa ikut berangkat ke Sekolah Pendidikan Kepolisian Negara (SPN) Polda Metro Jaya bersama dengan para peserta yang lolos dalam seleksi.
Fahri mengatakan bahwa namanya digantikan oleh orang yang telah gagal seleksi. Ia pun merasa telah dicurangi pun meminta kepada Presiden Joko Widodo hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk membantunya agar tetap bisa menempuh pendidikan polisi.
Di sisi lain, berdasarkan data yang dimiliki oleh Zulpan, ia mengungkapkan bahwa Fahri sudah tiga kali mendaftarkan diri sebagai calon siswa Bintara di Polda Metro Jaya sejak tahun 2019 hingga 2021. Namun pemuda itu tidak lolos seleksi pada tahun 2019 dan 2020 lantaran dinyatakan tidak memenuhi syarat.
Kemudian di awal tahun 2021, kata Zulpan, Fahri kembali mengikuti seleksi di Polda Metro Jaya, dan berhasil lolos dalam seleksi tahap satu. Namun saat supervisi, Fahri kembali dinyatakan tidak memenuhi syarat dalam pemeriksaan kesehatan lanjutan.
Menurut Zulpan, dalam hasil pemeriksaan tersebut terungkap bahwa Fahri menderita buta warna parsial. Ia lantas mengatakan peserta yang mengalami buta warna tidak bisa menjadi anggota Polri.
(wk/tiar)