Amerika Serikat jadi salah satu negara yang turut mengutuk kasus penghinaan Nabi Muhammad di India. AS pun mendorong India untuk menghormati HAM, termasuk kebebasan beragama.
- Amelia Nur Fatimah
- Sabtu, 18 Juni 2022 - 16:46 WIB
WowKeren - Amerika Serikat kini mengikuti jejak sejumlah negara mayoritas Muslim untuk mengecam India. Kecaman itu terkait pernyataan pejabat partai pemerintah India tentang Nabi Muhammad dan istrinya Aisha yang telah memicu kemarahan di negara itu sendiri dan banyak negara mayoritas Muslim.
"Kami mengutuk komentar ofensif yang dibuat oleh dua pejabat BJP dan kami senang melihat bahwa partai secara terbuka mengutuk komentar itu," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price kepada wartawan, Kamis (16/6) waktu setempat.
“Kami secara teratur terlibat dengan pemerintah India di tingkat senior tentang masalah hak asasi manusia, termasuk kebebasan beragama atau berkeyakinan, dan kami mendorong India untuk mempromosikan penghormatan terhadap hak asasi manusia,” katanya.
Seperti diketahui, Nupur Sharma, juru bicara Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi, pada 26 Mei lalu membuat pernyataan di televisi tentang istri termuda Nabi Islam yang memicu demonstrasi di seluruh dunia Muslim. Pernyataan itu memicu protes diplomatik tidak hanya di saingannya Pakistan, tetapi juga di negara-negara kaya Arab yang biasanya menikmati hubungan dekat dengan India.
Qatar menuntut "permintaan maaf publik" dari pemerintah India sementara 57 anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang berpengaruh mengatakan penghinaan itu datang dalam konteks suasana kebencian yang semakin intens terhadap Islam di India dan pelecehan sistematis terhadap Muslim.
Di negara tetangga Bangladesh, pada hari Kamis, ribuan orang berbaris menuju kedutaan India di ibukota Bangladesh Dhaka dalam protes minggu kedua atas pernyataan menghina Nabi oleh pejabat BJP. Para pengunjuk rasa menuntut agar negara-negara mayoritas Muslim memboikot produk India dan memutuskan hubungan dengan New Delhi.
AS sendiri sejak akhir 1990-an telah berusaha untuk memperdalam hubungan dengan India. Percaya bahwa dua negara demokrasi terbesar di dunia itu memiliki kepentingan yang sama, terutama dalam menghadapi kebangkitan China.
AS sebelumnya juga telah beberapa kali menyuarakan keprihatinan tentang kebebasan beragama di India karena BJP menghadapi tuduhan mengejar kebijakan yang menargetkan minoritas Muslim. Meskipun hal itu dilakukan dengan hati-hati.
(wk/amel)