Wabah Marburg dilaporkan sejak tahun 1967. Pada umumnya, virus ini dikaitkan dengan paparan gua atau tambang yang menampung koloni kelelawar Rousettus.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 08 Juli 2022 - 13:42 WIB
WowKeren - Dua orang di Ghana yang kemudian meninggal telah dinyatakan positif virus Marburg, sebagaimana dilaporkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Virus Marburg ini menyebabkan penyakit yang sangat menular mirip dengan virus ebola.
WHO dalam sebuah pernyataan yang dibuat pada Kamis (7/7), menyatakan jika tes yang dilakukan di Ghana memang positif, namun untuk mendapatkan konfirmasi, hasil itu harus dikuatkan oleh laboratorium di Senegal terlebih dahulu. Dua pasien tersebut berasal dari wilayah Ashanti selatan. Mereka sama-sama memiliki gejala seperti diare, demam, mual dan muntah, sebelum meninggal di rumah sakit.
Jika kasus kali ini dikonfirmasi, maka itu akan menjadi wabah kedua Marburg yang terjadi di Afrika Barat. Kasus Marburg yang pertama telah terdeteksi di Guinea tahun lalu, dan setelah itu tidak ada kasus lebih lanjut yang diidentifikasi. "Persiapan untuk kemungkinan respons wabah sedang disiapkan dengan cepat saat penyelidikan lebih lanjut sedang berlangsung," kata WHO.
Sejak tahun 1967, ada sekitar selusin wabah Marburg yang dilaporkan, yang mana sebagian besar di antaranya terdeteksi di wilayah Afrika selatan dan timur. Pada umumnya, virus ini dikaitkan dengan paparan gua atau tambang yang menampung koloni kelelawar Rousettus.
WHO mengatakan setelah virus ini hinggap ke manusia, selanjutnya akan menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi, atau dengan permukaan dan bahan yang terkontaminasi. Penyakit ini dimulai secara tiba-tiba, dengan diikuti gejala seperti demam tinggi, rasa tidak nyaman, dan sakit kepala yang parah.
Sedangkan tingkat kematiannya, menurut WHO itu bervariasi dari 24 persen hingga 88 persen, tergantung pada jenis virus dan bagaimana kasus yang ada ditangani. Saat ini belum ada vaksin atau perawatan antivirus yang disetujui untuk perawatan infeksi virus Marburg. Namun, rehidrasi oral dan pengobatan untuk gejala spesifik dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup.
(wk/zodi)