Presiden Sri Lanka Siap Mundur Usai Pengunjuk Rasa Geruduk Rumahnya dan 'Pesta Pora'
AP Photo/Eranga Jayawardena
Dunia

Saat penyerbuan itu berlangsung, Gotabaya Rajapaksa tidak berada dalam kediamannya. Dia telah melarikan diri beberapa saat sebelumnya, dibantu oleh pasukan.

WowKeren - Kemarahan publik Sri Lanka terhadap pemerintahan Presiden Gotabaya Rajapaksa tampaknya telah mencapai puncaknya. Pada Sabtu (9/10) para demonstran menerobos masuk ke rumahnya.

Mereka tertawa, mengambil foto selfie, dan memanjakan diri mereka dengan berenang ketika mereka berada di dalam rumah sang presiden. Penyerbuan Istana Kepresidenan mengakhiri ketidakpuasan publik selama berbulan-bulan atas krisis ekonomi yang melumpuhkan negara pulau itu.

Tentu saja, saat penyerbuan itu berlangsung, Rajapaksa tidak berada dalam kediamannya. Dia telah melarikan diri beberapa saat sebelumnya, dibantu oleh pasukan yang melepaskan tembakan ke udara untuk membebaskannya.

"Kami berada di kamar Gotabaya, ini pakaian dalam yang ditinggalkannya," kata salah seorang pemuda sambil memegang celana hitam. "Dia juga meninggalkan sepatunya."


Di halaman kompleks, lusinan pria menanggalkan baju mereka dan melompat ke kolam renang presiden, dengan beberapa melakukan salto dan bermain-main di air. Kerumunan berhasil masuk ke kompleks setelah membongkar barikade dan memanjat gerbang tinggi dengan bantuan truk polisi yang ditangkap.

Rajapaksa, yang melarikan diri, kemudian menaiki kapal angkatan laut yang berlayar menjauh dari pulau itu ke tempat yang aman di perairan selatan Sri Lanka. Dan Rajapaksa pun akhirnya memutuskan untuk menyerah.

"Untuk memastikan transisi damai, presiden mengatakan dia akan mundur pada 13 Juli," kata ketua parlemen Mahinda Abeywardana dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi. "Karena itu saya meminta masyarakat untuk menghormati hukum dan menjaga perdamaian."

Tak hanya menyerbu kediaman Rajapaksa, pengunjuk rasa juga membakar kediaman Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe bahkan setelah dia juga menawarkan diri untuk mengundurkan diri. Namun, dia menegaskan tidak akan pergi sebelum pemerintahan yang baru terbentuk.

"Saat ini di negara ini kami mengalami krisis bahan bakar, kekurangan pangan, pemimpin Program Pangan Dunia telah datang ke sini dan kami memiliki beberapa hal untuk didiskusikan dengan IMF," kata Wickremesinghe. "Oleh karena itu, jika pemerintah ini pergi, harus ada pemerintahan lain."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait