Harry Shimmin menjelaskan bahwa dia sedang melakukan pendakian 10 hari ketika insiden mengerikan itu terjadi. Saat sedang asyik mengambil gambar, dia mendengar gemuruh es di belakangnya.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 11 Juli 2022 - 20:27 WIB
WowKeren - Seorang turis asal Inggris selamat dari longsoran salju. Harry Shimmin dan sekelompok hiker lainnya beruntung ketika mereka hanya mendapat luka dan memar setelah ditelan longsoran salju di pegunungan Tian Shan di Kirgizstan.
Shimmin pun mengabadikan momen-momen menegangkan itu dan mengunggahnya di media sosial. Dalam klip berdurasi satu menit itu, terlihat salju dan es turun dari gunung dan langsung menuju kelompok pendakian.
Shimmin menjelaskan bahwa dia sedang melakukan pendakian 10 hari ketika insiden mengerikan itu terjadi. Ketika mencapai titik tertinggi dari perjalanan, pria berusia 27 tahun itu memisahkan diri dari kelompok yang terdiri dari 9 orang untuk mengambil gambar pemandangan dari tepi tebing.
Dia menuturkan bahwa saat sedang asyik mengambil gambar, dia mendengar gemuruh es di belakangnya. Dia pun berteduh di tempat di bawahnya.
"Saat saya mengambil gambar, saya mendengar suara es yang dalam pecah di belakang saya. Di sinilah video dimulai," katanya. "Saya sudah berada di sana selama beberapa menit jadi saya tahu ada tempat berteduh tepat di sebelah saya."
Shimmin menjelaskan selama longsoran salju dia tetap berada di tepi tebing, tetapi tidak berpikir puing-puing akan benar-benar mencapainya. Dia pun sempat berpikir bahwa itu akan menjadi akhir hidupnya.
"Saya sangat sadar bahwa saya mengambil risiko besar," paparnya. "Saya merasa memegang kendali, tetapi terlepas dari itu, ketika salju mulai turun dan menjadi gelap/sulit bernafas, saya terbentur dan berpikir saya mungkin akan mati."
Shimmin memegang Guinness World Record untuk backflip paling banyak dalam sky dive. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.
Kelompok itu meneteskan air mata sekali lagi dengan selamat karena semua orang senang masih hidup. "Baru kemudian kami menyadari betapa beruntungnya kami. Jika kami berjalan lima menit lebih jauh dalam perjalanan kami, kami semua akan mati," katanya.
(wk/zodi)