Bocah 10 Tahun di Shanghai Ngamuk Saat Hendak Tes PCR, Ancam Bunuh Hingga Lukai Sejumlah Orang
Dunia

Bocah laki-laki 10 tahun di Shanghai malah mengamuk usai ditegur karena menggunakan hoverboard saat hendak jalani tes PCR. Bocah itu pun sempat serang sejumlah orang di TKP.

WowKeren - Seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun di Shanghai membuat kegaduhan saat tengah mengantre untuk tes PCR. Video yang menunjukkan bocah itu mengamuk pun viral beredar di internet. Portal berita China iFeng dan Xing Shi Pin melaporkan bahwa alasan di balik ledakan amarah bocah itu adalah dia diminta untuk turun dari hoverboardnya saat mengikuti tes PCR.

Melansir Mothership.sg dari Shanghai Daily, banyak wilayah itu harus menjalani tes PCR wajib pekan lalu, karena peningkatan kasus COVID-19. Kebencian tampaknya mulai muncul di antara penduduk kota itu setelah mereka berada di bawah lockdown 65 hari yang berakhir pada 1 Juni.

Seorang komentator menjelaskan bahwa bocah itu mengendarai hoverboard-nya sambil mengantre untuk tes PCR-nya. Bocah itu kemudian diberi tahu bahwa perilakunya itu bisa mengganggu antrian.

Staf pun meminta bocah itu untuk meninggalkan hoverboard di rumah pada waktu berikutnya karena sulit bagi mereka untuk melakukan swab saat dia berdiri di atasnya. Mereka juga memperingatkan bahwa mereka tidak akan membiarkan dia menjalani tes di masa depan jika tidak mau menurut.

Namun siapa sangka, bocah itu rupanya berlari pulang dan mengambil pisau. Ia pun meneriakkan ancaman, melontarkan hinaan, dan menjadi segala jenis bocah manja selama lebih dari dua menit.


Sebuah video yang beredar online dimulai dengan bocah lelaki itu ditahan oleh dua pria yang mengenakan Alat Pelindung Diri (APD). Sementara yang lain berusaha mengambil pisau dari bocah itu.

Saat ditahan, anak laki-laki itu menangis sambil berteriak, "Tidak ada yang bisa menghentikan saya! Saya harus menghajarnya sampai mati!"

Dia merobek maskernya sendiri sebelum mencoba meninju pria lain. Hingga akhirnya bocah itu dikunci ke lantai saat dia terus mengancam untuk memukul orang-orang di sekitarnya.

Tak berhenti sampai di situ. Seperti mendapat pencerahan, anak laki-laki itu akhirnya bangkit sambil berteriak, "Aku akan bunuh diri begitu sampai di rumah! Apa gunanya melanjutkan hidup?"

Dua orang dewasa lainnya, seorang pria dan wanita tua masuk untuk meminta staf "berhenti memprovokasi dia". Sementara percakapan yang tidak dapat dipahami terjadi antara staf dan wanita tua itu, bocah laki-laki itu berteriak dan menampar pria tua itu yang berusaha menahannya.

Anak laki-laki itu akhirnya bisa diyakinkan untuk kembali ke rumah. Melangkah kembali ke hoverboardnya yang berharga dan melakukan zoom off.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait