Perdana Kunjungi Timur Tengah, Warga Palestina Sebut Joe Biden 'Bantu' Pertahankan Apartheid
AFP/JIJI
Dunia

Joe Biden akan memulai kunjungan ke Timur Tengah dari Israel, yang berlangsung empat hari, dan akan berakhir di Arab Saudi. Ini adalah kunjungan pertamanya sejak menjabat.

WowKeren - Presiden Amerika Serikat Joe Biden tengah melakukan kunjungan kerja ke Timur Tengah pertamanya sejak menjabat. Biden dijadwalkan tiba di israel dan wilayah Palestina yang diduduki pada Rabu (13/7), yang merupakan tur pertamanya di wilayah tersebut sejak menjabat pada awal 2021 lalu.

Biden akan memulai kunjungan ke Timur Tengah dari Israel, yang berlangsung empat hari, dan akan berakhir di Arab Saudi. Namun bagi warga Palestina, mereka skeptis terhadap kunjungan Biden.

Analis dan mantan penasihat hukum tim perunding Palestina Diana Buttu, mengatakan kepada Al Jazeera, "Dia (Biden) tidak datang ke sini untuk orang Palestina, dia tidak peduli dengan orang Palestina."

Buttu, yang skeptis terhadap pemimpin AS mengatakan bahwa bahkan sejak dia menjabat, penghancuran rumah orang-orang Palestina terus meningkat. "Dia tidak melakukan apa pun untuk menghentikan permukiman Israel, sementara penghancuran rumah meningkat sejak dia menjabat dan dia tidak menghentikan pembunuhan (orang Palestina) yang terjadi hampir setiap hari," paparnya.


Kunjungan Biden ke Israel terakhir kali terjadi pada tahun 2016 lalu. Kala itu, dia masih menjabat sebagai wakil presiden. Di bawah Donald Trump, AS mengakui seluruh Yerusalem termasuk bagian timur yang diduduki sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Buttu menilai Biden tidak jauh beda dengan Trump. Meski dia ikut memulihkan sebagian bantuan keuangan, namun dia tidak melakukan apa-apa untuk membalikkan perubahan besar yang dilakukan pendahulunya. "Perbedaannya adalah Biden melakukan hal yang sama dengan menutup mata secara efektif, alih-alih seperti kebijakan Trump yang merangkul ilegalitas Israel," tegasnya.

Sentimen serupa disampaikan oleh Fadi Quran, seorang aktivis politik dan sosial yang berbasis di Ramallah. "Presiden Biden tidak mendorong perubahan nyata, dia membantu mempertahankan status quo apartheid," ujarnya.

"Saya tidak berpikir kunjungan Biden membawa sesuatu yang baru," kata penduduk Yerusalem Omar Jamal kepada Al Jazeera. "Sebagai orang Palestina, saya berharap lebih dari pemerintah AS dalam hal membela hak asasi manusia Palestina, yang mengklaim mereka adalah demokrasi yang melayani hak asasi manusia."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait