Kepolisian Inggris langsung mengadakan investigasi terkait pengakuan mengejutkan Mo Farah soal masa kecilnya. Mo Farah mengaku jadi korban perdagangan manusia saat masih anak-anak hingga berakhir di Inggris.
- Amelia Nur Fatimah
- Kamis, 14 Juli 2022 - 20:38 WIB
WowKeren - Pengakuan legenda Olimpiade Inggris Mo Farah mengenai masa kecilnya yang kelam sukses mengejutkan publik. Mo Farah mengaku jadi korban human trafficking ke Inggris hingga jadi pekerja anak. Bahkan, nama Mo Farah sebenarnya bukanlah nama aslinya.
Atlet kelahiran Somalia berusia 39 tahun mengungkapkan dalam film dokumenter BBC minggu ini nama aslinya adalah Hussein Abdi Kahin. Dia menambahkan dia dipaksa bekerja sebagai pembantu rumah tangga setelah memasuki negara itu pada usia delapan atau sembilan tahun.
Polisi Metropolitan London pun segera membuka penyelidikan atas pengungkapan legenda Olimpiade Inggris Mo Farah bahwa dia diperdagangkan secara ilegal ke Inggris sebagai seorang anak. Kini pihak kepolisian tengah menilai informasi yang tersedia mengenai pengakuan Mo Farah tersebut.
"Kami mengetahui laporan di media tentang Sir Mo Farah. Atlet kelahiran Somalia berusia 39 tahun mengungkapkan dalam film dokumenter BBC minggu ini nama aslinya adalah Hussein Abdi Kahin. Dia menambahkan dia dipaksa bekerja sebagai pembantu rumah tangga setelah memasuki negara itu pada usia delapan atau sembilan tahun," kata Polisi Metropolitan dalam sebuah pernyataan, Kamis (14/7), melansir Al Jazeera.
Mo Farah sendiri akhirnya dibantu mendapat kewarganegaraan Inggris oleh guru pendidikan jasmaninya di sekolah, Alan Watkinson. Saat itu ia masih menggunakan nama samaran Mohamed Farah yang diberikan kepadanya oleh seorang wanita yang memperdagangkannya ke Inggris.
Pada hari Rabu (13/7), Farah diyakinkan oleh pemerintah Inggris bahwa kewarganegaraannya tidak akan dicabut. Juru bicara Perdana Menteri Boris Johnson juga menggambarkannya sebagai "pahlawan olahraga" Inggris.
Alih-alih pindah ke Inggris sebagai pengungsi dari Somalia bersama ibu dan dua saudara laki-lakinya untuk bergabung dengan ayah konsultan IT-nya seperti yang diklaim sebelumnya, Farah mengungkap bahwa dia datang dari Djibouti dengan seorang wanita yang belum pernah dia temui sebelumnya. Serelah itu, ia juga dibuat untuk menjaga anak keluarga lain.
Bahkan, katanya, ayahnya terbunuh dalam kerusuhan sipil Somalia ketika Farah berusia empat tahun dan ibunya, Aisha, serta dua saudara lelakinya tinggal di negara bagian Somaliland yang memisahkan diri.
Farah memutuskan mengungkap fakta masa lalunya karena terdorong oleh keberadaan istri dan anak-anaknya. Sebelumnya, Farah mengatakan pada dirinya sendiri untuk mengubur rahasia hidupnya itu.
“Sejujurnya saya tidak ingin membicarakannya karena saya mengatakan pada diri sendiri bahwa saya tidak akan pernah membicarakannya. Saya akan menguncinya," pungkasnya.
(wk/amel)