Ketua Parlemen mengumumkan bahwa Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa telah mengundurkan diri. Dengan begitu, parlemen pun kini menyiapkan pengganti Rajapaksa.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 15 Juli 2022 - 14:05 WIB
WowKeren - Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa sebelumnya telah mengirimkan surat pengunduran dirinya pada Kamis (14/7). Kini, pada Jumat (15/7) hari ini, Ketua Parlemen Sri Lanka mengatakan bahwa Rajapaksa telah mengundurkan diri.
Setelah pengunduran diri Rajapaksa, maka anggota parlemen akan bersidang untuk memilih pemimpin baru setelah protes besar-besaran atas krisis ekonomi negara yang memaksanya untuk turun dari jabatannya.
Melansir The Associated Press, parlemen diketahui akan bertemu pada Sabtu (16/7) besok untuk memulai proses pemilihan presiden baru yang akan menjalani sisa masa jabatan Rajapaksa yang sedianya berakhir pada tahun 2024 mendatang. Hal ini disampaikan oleh Ketua Mahinda Yapa Abeywardana.
Mahinda pun memprediksikan bahwa proses pemilihan presiden baru Sri Lanka untuk menggantikan Rajapaksa itu akan selesai dalam tujuh hari. Siapapun yang nantinya terpilih menjadi pengganti Rajapaksa sebagai Presiden Sri Lanka, maka orang tersebut berpotensi menunjuk Perdana Menteri (PM) yang baru, di mana kemudian harus disetujui oleh Parlemen.
Sementara itu, dengan mundurnya Rajapaksa sebagai Presiden Sri Lanka, disebut tekanan pada perdana menteri dan penjabat presiden saat ini, Ranil Wickremesinghe, untuk mundur semakin meningkat.
Sebagaimana diketahui, dalam beberapa waktu belakangan, Sri Lanka mengalami kekurangan uang untuk membayar impor kebutuhan dasar seperti makanan, pupuk, obat-obatan dan bahan bakar, yang membuat 22 juta penduduknya putus asa.
Kemudian penurunan ekonomi yang cepat juga menjadi lebih mengejutkan karena sebelum krisis terjadi, ekonomi telah berkembang, dengan kelas menengah yang tumbuh dan nyaman. Hal ini lantas membuat masyarakat merasa ada yang salah dengan kepemimpinan Rajapaksa hingga akhirnya menuntutnya untuk mundur.
Di tengah gempuran aksi massa yang menginginkannya mundur, Rajapaksa akhirnya melarikan diri dari Sri Lanka ke Maladewa pada Rabu (13/7) lalu. Kemudian, Rajapaksa melanjutkan pelarian dirinya ke Singapura pada Kamis (14/7).
Sementara kabar mundurnya Rajapaksa itu disambut baik oleh massa yang berkumpul pada Jumat (15/7) di lokasi protes utama yakni di depan kantor Presiden di Ibu Kota, Kolombo. Akan tetapi, di saat yang sama, mereka juga masih bersikeras bahwa Wickremesinghe juga harus mengundurkan diri.
(wk/tiar)