CEO Vkusno & Tochka sedang mengalami kekurangan kentang goreng sampai musim gugur. Oleg Paroev menyebut produsen kentang goreng menolak untuk memberinya pasokan.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 15 Juli 2022 - 19:47 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu, restoran cepat saji McDonald's telah angkat kaki dari Rusia setelah adanya reaksi Barat terhadap invasi Rusia ke Ukraina. Serangan itu berbuntut pada serentetan sanksi ekonomi yang diberikan oleh Barat terhadap Rusia.
Alhasil, McDonald's pun ikut menjual semua restoran yang dimilikinya kepada pemegang lisensi lokal pada bulan Mei. Pada pertengahan Juni, restoran baru mulai dibuka, namun dengan nama Vkusno & Tochka. Ini menjadi kabar gembira bagi warga di sana yang sudah telanjur jatuh cinta dengan merek tersebut.
Bahkan di hari pembukaannya, CEO Oleg Paroev mengatakan kepada Reuters bahwa rantai tersebut telah menjual hampir 120.000 burger di hari itu. Namun kekinian, merek baru tersebut harus menghadapi masalah kurangnya pasokan.
Paroev mengatakan kepada RBC TV bahwa restorannya saat ini sedang mengalami kekurangan kentang goreng sampai musim gugur. Kepemilikan baru sangat ingin menekankan bahwa standar kualitas tinggi akan dipertahankan atau bahkan ditingkatkan, dan bahwa konsumen tidak akan melihat banyak perbedaan.
"Apa yang terjadi sekarang adalah karena peristiwa terkenal banyak perusahaan asing, saya bahkan akan mengatakan semua produsen utama kentang goreng, telah menolak untuk mengirimkan produk ini ke Rusia," katanya. Paroev mengatakan jika pabrik-pabrik di negara-negara "ramah" dan "tidak ramah" yang memproduksi kentang goreng milik lima atau enam perusahaan besar, yang kantor pusatnya berbasis di negara-negara yang tidak bersahabat.
Oleh sebab itu, mereka menolak untuk memasok ke Rusia. Rusia menyebut negara-negara yang telah menjatuhkan sanksi terhadap Rusia atas tindakannya di Ukraina sebagai "tidak ramah".
Sementara itu di Rusia sendiri, panen kentang khusus yang dibutuhkan untuk kentang goreng juga mengalami penurunan. Masalahnya tidak hanya itu saja. Paroev menyebut jika saat ini hanya ada beberapa perusahaan yang mampu memproses kentang untuk kentang goreng di Rusia.
(wk/zodi)