Pertumbuhan populasi di Afrika mendorong terjadinya urbanisasi dan perambahan habitat satwa liar yang menyebabkan peningkatan risiko penyebaran wabah penyakit zoonosis, kata WHO.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 15 Juli 2022 - 20:45 WIB
WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan pada Kamis (14/7) bahwa Afrika tengah menghadapi peningkatan risiko wabah yang disebabkan oleh patogen zoonosis. Salah satu contohnya adalah yang kini menjadi perhatian, yakni virus cacar monyet yang berasal dari hewan dan menginfeksi manusia.
Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut mencatat peningkatan 63 persen dalam jumlah wabah zoonosis di wilayah ini dari 2012 hingga 2022 jika dibandingkan dengan periode 2001 hingga 2011. Menurut pernyataan kantor regional WHO untuk Afrika, mengutip sebuah studi WHO yang baru, wilayah tersebut telah melaporkan 1.843 peristiwa kesehatan masyarakat sejak tahun 2001.
Sebanyak 30 persen di antaranya adalah wabah penyakit zoonosis, khususnya terkait dengan virus Ebola, demam berdarah, antraks, cacar monyet dan berbagai penyakit lainnya. Sementara itu baru-baru ini, Afrika telah melaporkan 2.087 kasus cacar monyet kumulatif tahun ini pada 8 Juli, di mana hanya 203 yang dikonfirmasi.
WHO lebih lanjut menjelaskan jika pertumbuhan populasi di Afrika mendorong terjadinya urbanisasi dan perambahan habitat satwa liar. Hal itu menyebabkan peningkatan terhadap risiko wabah penyakit zoonosis menyebar dari daerah terpencil ke daerah perkotaan yang lebih besar.
Matshidiso Moeti selaku direktur regional WHO untuk Afrika mengatakan jika hal itu juga tak lepas dengan semakin baiknya transportasi di Afrika. "Dengan transportasi yang lebih baik di Afrika, ada peningkatan ancaman patogen zoonosis yang bepergian ke pusat kota besar," tegasnya.
"Kita harus bertindak sekarang untuk mengatasi penyakit zoonosis sebelum mereka dapat menyebabkan infeksi yang meluas," lanjutnya menekankan. "Dan menghentikan Afrika dari menjadi hotspot penyakit menular yang baru muncul."
Bukan langkah yang mudah untuk membatasi peningkatan penyakit zoonosis di benua itu. Karena sifatnya sangat kompleks, WHO merekomendasikan pendekatan satu kesehatan yang membutuhkan berbagai sektor, disiplin, dan komunitas untuk bekerja sama.
"Kami membutuhkan semua tangan untuk mencegah dan mengendalikan penyakit zoonosis seperti Ebola, monkeypox, dan bahkan virus corona lainnya," kata Moeti. "Penyakit zoonosis disebabkan oleh peristiwa limpahan dari hewan ke manusia."
(wk/zodi)