Aktivitas cryptomining disebut turut menyumbang pada peningkatan emisi karbon. Perusahaan didesak untuk turut memikirkan dampak cryptomining untuk lingkungan.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 16 Juli 2022 - 20:56 WIB
WowKeren - Perusahaan cryptomining di Amerika Serikat disebut ikut berkontribusi pada kenaikan tagihan listrik, sebagaimana hasil penyelidikan yang dilakukan oleh parlemen Demokrat. Diketahui, AS sendiri telah menjadi pusat cryptomining setelah dilarang di Tiongkok.
Cryptomining merupakan proses intensif energi yang melibatkan penggunaan komputer khusus yang berjalan terus-menerus untuk memecahkan masalah matematika yang kompleks untuk membuat koin virtual baru. Penggunaan energi di industri lebih besar daripada di seluruh negara.
Lebih dari sepertiga kekuatan komputasi global yang didedikasikan untuk menambang bitcoin, cryptocurrency terbesar, berasal dari AS. Hal itu sebagaimana laporan Senator Elizabeth Warren dan lima orang Demokrat lainnya dalam sebuah surat kepada Badan Perlindungan Lingkungan.
Dalam laporannya, mereka menuding aktivitas cryptomining juga menyumbang pada peningkatan emisi karbon yang saat ini menjadi perhatian dunia. Mereka mendesak agar perusahaan turut memikirkan dampak cryptomining untuk lingkungan.
"Hasil penyelidikan kami … cukup mengganggu …," bunyi surat itu. "Mengungkapkan bahwa cryptominers adalah pengguna energi besar yang menyumbang jumlah emisi karbon yang signifikan dan berkembang pesat."
Demokrat kongres telah meminta EPA dan Departemen Energi untuk meminta cryptominers untuk mengungkapkan emisi dan penggunaan energi. Anggota parlemen meminta informasi dari tujuh perusahaan cryptomining AS terbesar mengenai sumber energi dan konsumsi mereka serta dampak iklim dari operasi mereka.
Menurut data yang ada, industri ini menggunakan sejumlah besar listrik, meningkatkan produksi dan menciptakan emisi karbon yang signifikan pada saat AS perlu secara drastis mengurangi emisi untuk memerangi krisis iklim. "Penggunaan energi cryptomining saat ini menghasilkan sejumlah besar emisi karbon dan dampak buruk kualitas udara lainnya, serta dampak pada jaringan listrik," bunyi laporan itu.
Mengutip sebuah studi, operasi cryptomining di bagian utara New York menyebabkan kenaikan tagihan listrik sekitar 165 juta dolar untuk usaha kecil dan 79 juta dolar AS untuk individu. "Semakin banyak penambangan kripto yang masuk ke negara bagian, semakin tinggi harga listrik yang harus dibayar penduduk," kata Eric Hittinger, seorang profesor di Institut Teknologi Rochester, kepada The Verge.
(wk/zodi)