Kapal itu datang tanpa kapten sehingga membuat para pejabat menjadi bingung. Tak hanya tak menemukan kapten, namun para pejabat juga tidak menemukan awak kapal yang terdampar.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 18 Juli 2022 - 09:29 WIB
WowKeren - Sebuah kapal hantu misterius telah terdampar di sebuah pulau terpencil di lepas pantai Kamboja selama badai hebat minggu ini. Kapal itu datang tanpa kapten sehingga membuat para pejabat menjadi bingung. Tak hanya tak menemukan kapten, namun para pejabat juga tidak menemukan awak kapal yang terdampar.
Para pejabat kepada Cambodia News English mengatakan jika tiga jaket pelampung dari puing-puing terlihat sekitar 160 kaki dari tempat kapal tua berkarat itu kandas di pantai berbatu Pulau Koh Tang Selasa malam. Pihak berwenang dari Koh Tang Observation Force segera memeriksa bangkai kapal dan dengan cepat menjelajahi garis pantai untuk mencari tanda-tanda penumpang kapal keesokan paginya.
Namun rupanya, mereka tidak menemukan apa pun, kata seorang pejabat di Maritime Security Observatory kepada CNE. Hingga akhirnya berselang hanya beberapa hari kemudian, pihak berwenang menemukan empat pelaut Tiongkok yang dilaporkan telah meninggalkan kapal - bernama Seng Kang - di laut yang ganas.
Menurut laporan itu, dia melompat ke laut dan entah bagaimana berhasil berenang ke pulau itu di perairan yang bergelombang. Angin kencang dan ombak dari badai membawa kapal ke darat. Keempatnya, termasuk kapten kapal, dibawa untuk diinterogasi.
Kementerian Sumber Daya Air dan Meteorologi negara itu telah mengeluarkan peringatan cuaca awal pekan ini kepada nelayan dan operator kapal wisata. Hal itu didorong oleh kondisi perairan berombak dan cuaca berangin kencang. Langkah itu kemudian diikuti oleh pejabat provinsi yang memerintahkan larangan semua perjalanan ke Koh Tang dan pulau-pulau pesisir lainnya mulai 11-14 Juli.
Laut yang ganas mencegah para pejabat naik ke kapal untuk menyelidiki lebih lanjut hingga Kamis pekan lalu, ketika staf dari Pasukan Pengamatan berhasil mendapatkan akses setelah air tenang. "Awalnya, kami tidak bisa cukup dekat dengan kapal untuk memeriksa tanda-tandanya. Tidak ada tanda dari negara mana kapal itu berasal," kata pejabat setempat Sopheap San kepada CNE.
(wk/zodi)