Peramal cuaca telah menempatkan 15 departemen di Prancis dalam status siaga tertinggi untuk suhu ekstrem di tengah gelombang panas yang meluas di Eropa.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 18 Juli 2022 - 13:22 WIB
WowKeren - Prancis pada Senin (18/7) tengah bersiap untuk puncak gelombang panas yang melanda negara tersebut. Peramal cuaca telah menempatkan 15 departemen di Prancis dalam status siaga tertinggi untuk suhu ekstrem.
Suhu yang menghancurkan diperkirakan akan datang dari Mediterania ketika kebakaran hutan terus mengamuk di seluruh Eropa. Di Gironde barat daya Prancis, kebakaran hutan telah menimbulkan malapetaka.
Itu terjadi ketika petugas pemadam kebakaran berjuang untuk menahan kobaran api di seluruh Eropa barat daya pada hari Minggu. Sedangkan gelombang panas tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda.
Kebakaran yang terjadi Gironde pada Minggu (17/7) malam telah berkobar sejak Selasa, dan menghancurkan 13.000 hektar lahan. Kebakaran terjadi didorong oleh angin kencang dan memaksa evakuasi 16.200 wisatawan, menurut pejabat dinas pemadam kebakaran.
Api di hutan Teste-de-Buch di barat daya Prancis telah mencapai pantai dan bergerak ke selatan. Api besar menghanguskan pantai di La Lagune, dekat Dune of Pilat yang terkenal, sebuah bukit pasir tertinggi di Eropa.
Menurut peramal cuaca Olivier Proust, di hutan Landes, di wilayah barat daya Aquitaine, suhu akan berada di atas 42C. Dan Brittany, yang sampai saat ini telah lolos dari panas terburuk, dapat mencatat suhu setinggi 40C (104F), kata para ahli, yang akan menjadi rekor untuk wilayah tersebut.
"Di zona-zona tertentu di barat daya, itu akan menjadi kiamat panas," kata peramal Francois Gourand dari Meteo-France kepada AFP. Pejabat di beberapa daerah, sementara itu, juga telah mengeluarkan peringatan polusi karena konsentrasi ozon yang tinggi.
Gelombang panas yang melanda Eropa dialami oleh sejumlah negara, dengan kebakaran yang terjadi di Prancis, Yunani, Portugal, dan Spanyol telah menghancurkan ribuan hektar lahan dan memaksa ribuan penduduk dan wisatawan mengungsi. Di Spanyol, gelombang panas telah menewaskan lebih dari 350 orang. Para ilmuwan menyalahkan perubahan iklim atas kondisi ini dan memprediksi episode cuaca ekstrem yang lebih sering dan intens seperti gelombang panas dan kekeringan.
(wk/zodi)