Penembak telah diidentifikasi sebagai pria berusia 36 tahun yang, yang tak lain adalah sepupu mempelai pria. Polisi menilai pelaku memiliki kontrol senjata yang buruk.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 19 Juli 2022 - 12:05 WIB
WowKeren - Sebuah kejadian nahas terjadi di Iran, ketika seorang pengantin wanita terbunuh di acara pernikahannya. Itu terjadi di tengah tradisi kontroversial yang kemudian berlangsung di luar dugaan.
Adalah Mahvash Leghaei, seorang wanita berusia 24 tahun, yang sedang bersulang untuk pernikahannya setelah upacara 12 Juli di Iran ketika seorang tamu mulai menembakkan senapan berburu bertenaga tinggi sebagai tindakan perayaan. Namun hal-hal menjadi sangat salah ketika peluru nyasar menembus tengkorak pengantin wanita sebelum melukai dua peserta pria.
Mahvash pun segera dilarikan ke rumah sakit namun sayang, nyawanya tak tertolong. Melansir news.com, menembakkan pistol di pesta pernikahan di Timur Tengah dipandang menjadi hal yang biasa, meskipun hal itu dilaporkan sebagai tindakan ilegal.
Pada umumnya, secara tradisional itu adalah pekerjaan yang diserahkan kepada orang-orang yang terampil. Namun, dalam beberapa tahun terakhir penembakan udara semakin banyak dilakukan oleh tamu yang tidak terampil, yang menyebabkan serangkaian insiden tragis.
Penembak telah diidentifikasi sebagai pria berusia 36 tahun yang, yang tak lain adalah sepupu mempelai pria, menurut laporan lokal. Polisi menilai pelaku memiliki kontrol senjata yang buruk. Pelaku kemudian melarikan diri dari tempat kejadian sebelum dilacak oleh polisi.
Juru bicara polisi Kolonel Mehdi Jokar menuturkan bahwa pihaknya segera ke lapangan setelah menerima panggilan darurat adanya penembakan. Kurangnya kontrol senjata ditambah dengan situasi yang ramai, membuat peristiwa nahas terjadi dengan pria itu menembak tiga orang.
"Kami mendapat panggilan darurat tentang penembakan di aula pernikahan di kota Firuzabad dan petugas segera dikirim," kata Jokar. "Petugas menemukan bahwa seseorang telah melepaskan tembakan dengan senapan berburu sebagai bagian dari tradisi lokal, tetapi sayangnya karena keramaian dan kontrol senjata yang buruk dari orang tersebut, ia menembak tiga orang."
Saat melarikan diri dari kejaran polisi, pelaku diketahui masih memegang senjatanya. "Penembak kemudian melarikan diri dari daerah itu tetapi polisi menemukan pria itu masih membawa senapan berburu tanpa izin yang telah ditembakkan ke pesta pernikahan," lanjut juru bicara tersebut.
(wk/zodi)