Brand Sepatu Manolo Blahnik Akhirnya Menangkan Pertarungan Merek Dagang di Tiongkok Setelah 22 Tahun
Instagram/manoloblahnik
Dunia

Manolo Blahnik telah mengambil langkah hukum terhadap pengusaha Tiongkok bernama Fang Yuzhou sejak tahun 2000. Langkah hukum tersebut dilakukan untuk membantah keabsahan merek dagang yang diajukan Fang terkait dengan nama 'Manolo Blahnik'.

WowKeren - Brand sepatu Manolo Blahnik akhirnya memenangkan pertempuran merek dagang di Tiongkok setelah 22 tahun. Dengan demikian, merek sepatu yang kerap tampil di serial TV "Sex and the City" tersebut bisa menggunakan namanya sendiri dan melakukan ekspansi di Tiongkok.

Pihak Manolo Blahnik mengungkapkan bahwa putusan itu ditetapkan oleh Mahkamah Agung Tiongkok bulan lalu. Diketahui, merek Manolo Blahnik dinamai menurut nama pendirinya yang berasal dari Spanyol.

"Ini adalah kemenangan yang berarti bagi paman saya, keluarga kami, dan tim kami, dan saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Mahkamah Agung Tiongkok atas pertimbangannya yang cermat dan hati-hati atas kasus lama kami," ujar Kristina Blahnik selaku Kepala Eksekutif sekaligus keponakan pendiri Manolo Blahnik, Selasa (19/7).

Selama ini, produk Manolo Blahnik hanya tersedia untuk konsumen Tiongkok melalui platform e-commerce pihak ketiga seperti Farfetch. Dengan kemenangan baru ini, Manolo Blahnik menyatakan berencana untuk memperluas bisnisnya ke daratan Tiongkok dalam waktu dekat, meski tidak mengungkapkan rencana spesifik untuk ekspansi pasar.


Sebagai informasi, Manolo Blahnik telah mengambil langkah hukum terhadap pengusaha Tiongkok bernama Fang Yuzhou sejak tahun 2000. Langkah hukum tersebut dilakukan untuk membantah keabsahan merek dagang yang diajukan Fang terkait dengan nama "Manolo Blahnik".

Merek Manolo Blahnik memang telah dikenal secara internasional sejak tahun 1970-an. Namun Tiongkok memiliki kebijakan "pertama yang mengajukan", sehingga Fang yang pertama kali mengajukan merek dagang "Manolo Blahnik" di Tiongkok pada tahun 1999 telah lama terbukti lebih kuat di bawah hukum negara tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, hal-hal telah sedikit berubah. Amandemen UU Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Tiongkok pada tahun 2019 mengarah pada apa yang disebut pengajuan "itikad buruk".

Hal tersebut membuat sejumlah merek internasional memenangkan pertempuran merek dagang di Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya adalah larangan Qiaodan Sports China untuk menggunakan siluet bintang bola basket Michael Jordan sebagai logonya. Namun merek Tiongkok tersebut tetap bisa menggunakan romanisasi merek dagang dari nama Jordan (Qiaodan).

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait