Sri Lanka Punya Presiden Baru, Tenda Pengunjuk Rasa Langsung Digerebek
Dunia

Para perwira militer bersenjata dengan seragam hitam mulai membersihkan tenda-tenda di dekat gedung Sekretariat Presiden dengan kasar. Diketahui kantor presiden tersebut telah diduduki oleh para pengunjuk rasa sejak protes anti-pemerintah pekan lalu.

WowKeren - Parlemen menunjuk Ranil Wickremesinghe sebagai Presiden Sri Lanka menggantikan Gotabaya Rajapaksa yang telah mengundurkan diri dan kabur ke luar negeri. Menyusul pelantikan Wickremesinghe, pasukan keamanan Sri Lanka menggerebek kamp protes anti-pemerintah utama di Kolombo pada Jumat (22/7) pagi ini.

Ribuan polisi dan tentara yang bersenjatakan perlengkapan anti huru-hara turun ke kamp protes tersebut dan memukuli pengunjuk rasa, menghancurkan tenda hingga menangkap sejumlah orang. Diketahui, ratusan orang telah tinggal di kamp yang dikenal sebagai Gota Go Gama tersebut selama lebih dari tiga bulan terakhir.

Menurut sukarelawan Ambulans St John di tempat kejadian, peristiwa itu membuat sedikitnya 50 orang terluka. Tiga orang harus dilarikan ke rumah sakit.

Menurut mereka yang hadir dalam penggerebekan itu, para perwira militer bersenjata dengan seragam hitam mulai membersihkan tenda-tenda di dekat gedung Sekretariat Presiden dengan kasar. Diketahui kantor presiden tersebut telah diduduki oleh para pengunjuk rasa sejak protes anti-pemerintah pekan lalu.

Salah seorang korban luka bernama Chanu Nimesha mengungkapkan bahwa tubuhnya penuh dengan memar dan bekas luka akibat dipukul dan ditendang oleh perwira militer. Ia mengaku tengah tidur di tendanya ketika dia mendengar pengumuman melalui pengeras suara dan suara teriakan ketika orang-orang mulai dipukuli oleh pasukan keamanan yang merobek tenda mereka.


"Saya bersembunyi di balik tenda lain tetapi mereka melihat saya dan mereka mulai memukuli saya secara brutal," kata Nimesha. "Para petugas mengatakan 'bawa j***ng itu keluar', 'tendang dia' dan 'bawa dia masuk'. Saya pikir saya akan mati."

Menurut juru bicara kepolisian, sembilan orang telah ditangkap dalam aksi penggerebekan tersebut. Ia menambahkan bahwa para pengunjuk rasa itu tidak memiliki hak legal untuk menguasai daerah tersebut.

Sebelumnya, kelompok-kelompok pemrotes telah mengumumkan mereka akan mengembalikan gedung Sekretariat Presiden kepada pemerintah secara damai pada Jumat sore ini. Namun pihak pemerintah justru mengambilnya kembali dengan paksa.

Langkah tersebut dinilai merupakan aksi unjuk kekuatan Presiden baru Sri Lanka. Pada hari ia terpilih sebagai presiden, Wickremesinghe telah mengeluarkan peringatan kepada para pengunjuk rasa, yang sebelumnya dia kecam sebagai disusupi oleh "fasis" dan "ekstremis".

"Jika Anda mencoba menggulingkan pemerintah, menduduki kantor presiden dan kantor perdana menteri, itu bukan demokrasi, itu melanggar hukum," tegasnya.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait