Rusia Mau Kurangi Aliran Gas ke Eropa Lagi
pixabay.com/Ilustrasi/viarami
Dunia

Raksasa energi Rusia Gazprom, mengutip instruksi dari pengawas industri, mengatakan aliran gas ke Jerman melalui pipa Nord Stream 1 akan turun menjadi 33 juta meter kubik per hari.

WowKeren - Rusia akan mengurangi pasokan gas ke Eropa sekali lagi, yang menjadi pukulan bagi negara-negara yang telah mendukung Ukraina. Itu terjadi pekan ini ketika mulai muncul harapan bahwa tekanan ekonomi dapat mereda dengan dimulainya kembali ekspor biji-bijian Laut Hitam.

Raksasa energi Rusia Gazprom, mengutip instruksi dari pengawas industri, pada hari Senin (25/7) mengatakan aliran gas ke Jerman melalui pipa Nord Stream 1 akan turun menjadi 33 juta meter kubik per hari mulai Rabu (27/7). Jumlah itu setara dengan setengah dari arus yang mengalir, yang sudah hanya 40 persen dari kapasitas normal.

Eropa mengimpor sekitar 40 persen gasnya dan 30 persen minyaknya dari Rusia sebelum perang. Kremlin mengatakan gangguan gas adalah akibat dari masalah pemeliharaan dan sanksi Barat, sedangkan Uni Eropa menuduh Rusia melakukan pemerasan energi.


Politisi di Eropa mengatakan Rusia bisa saja memotong gas musim dingin ini. Yang mana langkah itu berpotensi mendorong Jerman ke dalam resesi dan merugikan konsumen yang sudah terkena inflasi yang melonjak. Namun, Rusia mengatakan jika negara itu tidak tertarik dengan penghentian total pasokan gas ke Eropa.

Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan jika kapal-kapal pertama dari Ukraina dapat berlayar dalam beberapa hari di bawah kesepakatan yang disepakati pada Jumat (22/7). Konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina nyatanya tak hanya berdampak pada negara di sekitarnya namun lebih luas.

Perang yang memasuki bulan keenam itu menyebabkan melonjaknya biaya energi dan ancaman kelaparan yang dihadapi jutaan orang di negara-negara miskin. Sementara itu, Presiden Vladimir Putin memperingatkan Barat awal bulan ini bahwa sanksi berisiko memicu kenaikan harga energi global yang besar.

Sebelum invasi dan sanksi yang berkelanjutan, Rusia dan Ukraina menyumbang hampir sepertiga dari ekspor gandum global. Pekan lalu, pejabat dari Rusia, Turki, Ukraina dan PBB sepakat bahwa tidak akan ada serangan terhadap kapal dagang yang bergerak melalui Laut Hitam ke Selat Bosphorus Turki dan ke pasar.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait