Para Ilmuwan Peringatkan Risiko Kepunahan Manusia Terkait Dampak Perubahan Iklim
AFP/John MacDougall
Dunia

Mengingat ketidakpastian situasi emisi di masa depan, para ilmuwan menilai jika skenario bencana seperti itu tidak dapat dikesampingkan, meskipun kemungkinannya cukup kecil.

WowKeren - Para ilmuwan dalam sebuah analisis baru mereka menyatakan bahwa risiko kepunahan manusia telah sangat jarang dieksplorasi. Mereka menyebut bencana seperti itu sebagai 'permainan akhir iklim'. Analisis ini ditinjau oleh lebih dari sepuluh ilmuwan dan diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Mereka menilai jika skenario bencana seperti itu tidak dapat dikesampingkan, meskipun kemungkinan terjadinya cukup kecil. Hal itu mengingat ketidakpastian situasi emisi di masa depan juga sistem iklim yang berlangsung.

Menurut para ilmuwan, ada banyak alasan untuk menilai bahwa pemanasan global dapat mengakibatkan bencana apokaliptik. "Menghadapi masa depan percepatan perubahan iklim sementara buta terhadap skenario terburuk adalah manajemen risiko naif yang terbaik dan sangat bodoh yang paling buruk," kata mereka.

Oleh sebab itu, para tim ahli menilai jika dunia perlu mempersiapkan kemungkinan permainan akhir iklim segera mungkin. "Menganalisis mekanisme untuk konsekuensi ekstrem ini dapat membantu menggembleng tindakan, meningkatkan ketahanan, dan menginformasikan kebijakan," kata mereka.


Pemimpin analisis Dr Luke Kemp di Pusat Studi Risiko Eksistensial Universitas Cambridge mengatakan, "Perubahan iklim telah berperan dalam setiap peristiwa kepunahan massal. Ini telah membantu menjatuhkan kerajaan dan membentuk sejarah." Menurutnya, ada banyak alasan untuk percaya bahwa perubahan iklim bisa menjadi bencana walau pada tingkat pemanasan sederhana.

Bencana, dikatakannya tidak hanya terbatas pada dampak langsung dari suhu ekstrem seperti yang terjadi baru-baru ini. "Dampak langsung seperti krisis keuangan, konflik, dan wabah penyakit baru dapat memicu bencana lain," tegasnya.

Para peneliti memperingatkan apabila kerusakan iklim dapat memicu risiko terjadinya bencana lain, ataupun memperburuk bencana yang sudah ada. Misalnya seperti perang internasional atau pandemi penyakit menular, yang mana kondisi itu berpotensi memperburuk kerentanan yang sedang berlangsung seperti kemiskinan dan krisis air.

Analisis menunjukkan negara adidaya suatu hari nanti mungkin memperebutkan rencana geoengineering untuk memantulkan sinar matahari atau hak untuk memancarkan karbon. "Jika kerapuhan politik saat ini tidak membaik secara signifikan dalam beberapa dekade mendatang, maka sabuk ketidakstabilan dengan konsekuensi yang berpotensi serius dapat terjadi," kata mereka.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait