Seorang influencer asal Tiongkok viral atas aksinya memanggang dan menyantap Hiu Putih Besar. Kini, pihak kepolisian pun melakukan penyelidikan kepada influencer Tiongkok itu terkait hal tersebut.
- Amelia Nur Fatimah
- Selasa, 02 Agustus 2022 - 20:27 WIB
WowKeren - Tizi, seorang influencer Tiongkok kini sedang diselidiki polisi setelah rekaman videonya sedang memanggang dan memakan great white shark atau hiu putih besar menjadi viral. Rekaman vlogger tersebut menunjukkan ia berpesta dengan ikan predator, yang dikonfirmasi oleh polisi di pusat kota Nanchong pada hari Minggu (31 Juli) adalah ikan putih besar.
"Ini mungkin terlihat ganas, tetapi dagingnya benar-benar sangat empuk," kata Tizi sambil merobek potongan besar daging panggang hewan itu, dalam sebuah video yang diposting pada pertengahan Juli, melansir Todayonline.com.
Dalam video tersebut, sejak dihapus, dia terlihat membuka bungkusan ikan sepanjang dua meter dan berbaring di sampingnya, menunjukkan bahwa ikan itu lebih tinggi darinya. Hiu itu kemudian diiris menjadi dua, direndam dan dipanggang, sementara kepalanya dimasak dalam kaldu pedas.
Hiu putih besar diketahui terdaftar sebagai spesies yang rentan oleh International Union for Conservation of Nature. Hanya satu langkah sebelum digolongkan sebagai terancam punah.
Populasi hiu (salah satu pemangsa puncak terpenting di lautan) telah dihancurkan selama beberapa dekade terakhir, penyebab utamanya adalah penangkapan sirip dan industri pancing rawai. Di Tiongkok, mereka terdaftar dengan status dilindungi. Kepemilikan ilegal dapat menyebabkan hukuman penjara lima hingga 10 tahun.
"Sungguh mencengangkan bahwa seorang selebriti internet bisa memakan hewan yang dilindungi di depan jutaan orang di siang bolong!" tulis seorang komentator sebagai tanggapan atas cerita tersebut. "Penjual perhatian yang tidak berbudaya ini akan membungkuk sangat rendah untuk menarik bola mata!" kata yang lain.
Tidak jelas apakah Tizi, yang memiliki hampir delapan juta pengikut, akan dihukum. Tizi mengatakan kepada media lokal bahwa dia memperoleh hiu melalui "saluran hukum", tetapi biro pertanian setempat mengatakan Senin klaimnya "tidak konsisten dengan fakta" dan bahwa polisi sedang menyelidiki.
Media pemerintah Tiongkok telah lama mengobarkan perang terhadap video pesta makan yang viral, dikenal dengan bahasa gaul Korea "mukbang". Sementara platform streaming langsung selama bertahun-tahun berjanji untuk menutup akun yang mempromosikan makan berlebih dan pemborosan makanan.
(wk/amel)