Thailand Duduki Peringkat Kedua Tempat Paling Berbaya untuk Berkendara di Dunia, Kok Bisa?
Dunia

Thailand menempati peringkat kedua untuk kategori tempat paling berbahaya di dunia untuk berkendara. Hanya Afrika Selatan yang bisa mengalahkan Thailand dalam kategori tersebut.

WowKeren - Thailand menduduki peringkat sebagai negara paling berbahaya kedua untuk berkendara menurut platform pendidikan pengemudi. Sementara itu, Kementerian Perhubungan melaporkan bahwa ada 32.190 kecelakaan di jalan pada tahun 2020 dan 2021, sebagian besar korban melibatkan truk pickup. Ada 21.052 kecelakaan pada tahun 2020, dan 11.138 kecelakaan pada tahun 2021.

Melansir The Thaiger, hanya Afrika Selatan yang mampu mengalahkan Thailand dalam predikat tersebut. Afrika Selatan dianggap sebagai tempat yang lebih berbahaya untuk dikendarai daripada Thailand di peringkat kedua dan AS di tempat ketiga.

Hal itu berdasarkan pernyataan Zutobi, situs web pendidikan pengemudi yang berbasis di Amerika Serikat. Situs web yang setiap tahun mengukur kecelakaan lalu lintas di seluruh dunia itu mengungkapkan bahwa nilai Thailand buruk dalam lima kategori berbeda.

Kategori itu termasuk perkiraan tingkat kematian di jalan, batas kecepatan jalan raya maksimum, tingkat pemakaian sabuk pengaman, kematian terkait alkohol, dan batas konsentrasi alkohol dalam darah. Zutobi menempatkan Thailand di tempat kedua dengan 4,35 poin, di belakang Afrika Selatan dengan 3,41 poin, dan AS di urutan ketiga dengan 5,03 poin.

Sementara Kementerian Perhubungan mengungkapkan sepeda motor bukan penyebab kecelakaan terbanyak . Tabrakan terbanyak yang terjadi pada 2020 dan 2021 melibatkan truk pikap (37%), disusul kategori kendaraan pribadi dan umum (27%.

Jenis kendaraan dalam kecelakaan:

– Pickup (37%)

– Kendaraan pribadi dan umum (27%)

– Sepeda Motor (20%)

– Truk dengan minimal 10 roda (8%)

– Truk enam roda (6%)

– Mobil (2%)

Jenis jalan yang paling sering terjadi kecelakaan:

– Jalan lurus tanpa kemiringan (70%)

– Kurva tanpa kemiringan (13%)

– Kurva dengan kemiringan (8%)


– Jembatan ke tempat komersial (3%)

– Persimpangan (1%)

Jenis kecelakaan:

– Terguling atau tergelincir dari jalan lurus (43%)

– Tabrakan belakang (31%)

– Terguling atau tergelincir dari jalan yang melengkung (13%)

– Kecelakaan langsung (5%)

– Menabrak penghalang lalu lintas (4%)

– Menabrak di persimpangan (2%)

– Memukul pejalan kaki (2%)

Penyebab kecelakaan:

– Pelanggaran batas kecepatan (78%)

– Dipotong di depan oleh pejalan kaki, kendaraan, atau hewan (8%)

– Tertidur di belakang kemudi (4%)

– Mengemudi dalam keadaan mabuk (3%)

– Pelanggaran lampu lalu lintas atau rambu atau kendaraan yang tidak berfungsi (2%)

– Menyalip kendaraan lain secara melawan hukum, tidak mengizinkan kendaraan di jalan utama lewat terlebih dahulu, atau tidak mengenal jalan (1%).

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait