Jepang Prihatin, Taiwan Minta Kapalnya Memutar Hindari Latihan Militer Tiongkok di Dekat Wilayahnya
Dunia

Latihan militer yang dilakukan Tiongkok tak hanya membuat Taiwan resah, namun juga membuat tetangganya ikut angkat bicara. Jepang telah menyatakan keprihatinannya.

WowKeren - Latihan militer yang dilakukan oleh Tiongkok membuat otoritas pelabuhan Taiwan meminta kapal-kapal mereka untuk menemukan rute alternatif pada Rabu (3/8). Hal itu untuk menghindari area latihan yang diumumkan Tiongkok di sekitar pulau itu, sebagaimana diumumkan pemerintah.

Biro Maritim dan Pelabuhan Taiwan mengumumkan kapal yang masuk maupun keluar dari tujuh pelabuhan utama di seluruh Taiwan harus mengetahui latihan tersebut mulai 4 Agustus siang hingga 7 Agustus, termasuk Pelabuhan Taipei.

Latihan militer yang dilakukan Tiongkok tak hanya membuat Taiwan resah, namun juga membuat tetangganya ikut angkat bicara. Jepang telah menyatakan keprihatinannya kepada Tiongkok atas latihan militernya di perairan sekitar Taiwan, sebagaimana disampaikan oleh juru bicara pemerintah ketika Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengunjungi pulau itu.

Beijing mengatakan latihan militernya minggu ini akan mencakup penembakan peluru tajam jarak jauh di Selat Taiwan, yang memisahkan pulau demokrasi itu dari Tiongkok daratan. Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Hirokazu Matsuno mengatakan jika wilayah tersebut tumpang tindih dengan ZEE Jepang.


"Wilayah maritim yang diumumkan oleh pihak Tiongkok sebagai yang akan digunakan untuk latihan militer... tumpang tindih dengan zona ekonomi eksklusif Jepang," katanya. "Mempertimbangkan sifat pelatihan tembakan langsung dari kegiatan militer ini, Jepang telah menyatakan keprihatinannya kepada pihak Tiongkok."

Sebagaimana diketahui, bagian dari wilayah pulau paling selatan Jepang, Okinawa, dekat dengan Taiwan, seperti pulau-pulau kecil yang menjadi pusat sengketa lama antara Tokyo dan Beijing. Beijing menganggap Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri sebagai wilayahnya.

Pelosi tiba di Taipei pada Selasa (2/8) dalam perjalanan yang memicu kemarahan para pemimpin Tiongkok, yang menggambarkannya sebagai provokasi yang mengancam status quo lintas selat yang rapuh.

"Perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan penting tidak hanya untuk keamanan Jepang tetapi juga untuk stabilitas komunitas internasional," kata Matsuno. "Jepang mengharapkan masalah seputar Taiwan akan “diselesaikan secara damai melalui dialog."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait