Sebuah video iklan daerah yang mempromosikan bawang putih di Korea Selatan tiba-tiba heboh dan menjadi perbincangan. Iklan itu dinilai cabul dan mengobjektifikasi produk pertanian secara seksual.
- Amelia Nur Fatimah
- Rabu, 03 Agustus 2022 - 19:55 WIB
WowKeren - Sebuah video iklan yang mempromosikan bawang putih sukses menghebohkan kota pedesaan di Korea Selatan. Menurut beberapa petani iklan tersebut berbau cabul dan bahkan telah mengobjektifikasi produk pertanian secara seksual.
Kontroversi itu berasal dari sebuah video berdurasi 30 detik yang telah diunggah ke YouTube selama dua tahun untuk Kabupaten Hongseong, kota kecil di Korea Selatan. Daerah yang dihuni sekitar 100 ribu orang itu memang dikenal dengan bawang putih "Hongsan" lokalnya.
Melansir Asahi, video tersebut menunjukkan seorang wanita menyentuh paha seorang pria bernama "Hongsan" dengan topeng kepala bawang putih penuh. Wanita itu mengucapkan kata-kata seperti "sangat kental" dan "keras" untuk menggambarkan kualitas bawang putih lokal. Ini juga merupakan parodi dari adegan terkenal dari film Korea hit tahun 2004 berjudul "Once Upon a Time in High School."
Iklan panas yang dilaporkan menghasilkan sekitar 190.000 tampilan itu sebagian besar disimpan di bawah tanah. Namun mulai berakar di masyarakat yang lebih luas ketika ditayangkan di papan reklame elektronik di terminal bus ekspres Seoul dan jalan pusat kota di pusat kota Daejeon bulan lalu sebelum rilis bawang putih.
Seorang petani yang melihat video tersebut memberi tahu beberapa kelompok tani. Media Korea Selatan juga mulai melaporkannya, meninggalkan rasa tidak enak di mulut masyarakat.
“Kami tidak dapat menahan keheranan kami,” kata pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh cabang lokal dari dua organisasi petani besar, Liga Petani Korea dan Asosiasi Petani Wanita Korea. “Video itu menyinggung orang-orang yang menontonnya dan memberikan pukulan besar pada citra produk pertanian yang ditanam dengan susah payah oleh para petani.”
Menyebut video itu "menjuruskan" dan "tidak pantas,". Pernyataan itu mengatakan bahwa itu adalah "obyektivitas seksual" bawang putih.
Kelompok tani meminta Hongseong untuk meminta maaf, menghukum mereka yang bertanggung jawab atas produksi video dan merumuskan langkah-langkah bagaimana mencegah insiden serupa. Shin Ji Youn, seorang pejabat di Asosiasi Petani Wanita Korea, mengatakan bahwa kelompok tani meminta Hongseong untuk menanggapi permintaan mereka pada 10 Agustus.
Pada Rabu (3/8), pejabat Hongseong mengatakan bahwa mereka telah menarik video tersebut dari saluran YouTube dan telah berhenti menayangkannya di papan reklame minggu lalu. Kabupaten tersebut belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang masalah ini.
(wk/amel)