Gunung Berapi Dekat Bandara Utama   Islandia Kembali Meletus
Unsplash/Toby Elliott
Dunia

Kantor Meteorologi Islandia mendesak orang-orang untuk tidak pergi ke dekat gunung berapi yang terletak sekitar 32 kilometer barat daya Ibu Kota Islandia, Reykjavik, itu.

WowKeren - Sebuah gunung berapi di Islandia mulai erupsi pada Rabu (3/8). Erupsi gunung berapi Fagradalsfjall itu terjadi hanya delapan bulan setelah letusan terakhirnya secara resmi berakhir.

Kantor Meteorologi Islandia (IMO) mendesak orang-orang untuk tidak pergi ke dekat gunung berapi yang terletak sekitar 32 kilometer barat daya Ibu Kota Islandia, Reykjavik, itu. Kepada Reuters, IMO mengatakan bahwa sebuah "kode merah" dikeluarkan untuk melarang pesawat terbang di atas lokasi meskipun helikopter telah dikirim untuk mengamati situasi.

Adapun erupsi gunung berapi itu terjadi tak jauh dari Bandara Keflavik yang merupakan pusat lalu lintas udara internasional Islandia. Meski begitu, bandara tetap buka dan tidak ada penerbangan yang terganggu.

"Saat ini, tidak ada gangguan pada penerbangan ke dan dari Islandia dan koridor penerbangan internasional tetap terbuka," kata Kementerian Luar Negeri Islandia dalam sebuah pernyataan.

Video menunjukkan gunung berapi itu memuntahkan magma dari celah sempit sekitar 100 hingga 200 meter di atas bidang lava dari letusan tahun lalu. Para ilmuwan telah mengantisipasi letusan di suatu tempat di semenanjung setelah serangkaian gempa bumi selama seminggu terakhir menunjukkan aktivitas vulkanik dekat dengan kerak.


Sementara itu, ahli vulkanologi Magnus Tumi Gudmundsson mengatakan bahwa letusan itu tampaknya kecil. "Tapi kami tidak tahu dimana prosesnya," tutur Magnus kepada The Associated Press.

Sebagai informasi, letusan gunung berapi di area yang sama tahun lalu menghasilkan aliran lava spektakuler selama beberapa bulan. Ratusan ribu orang berbondong-bondong untuk melihat pemandangan spektakuler tersebut.

Saham maskapai penerbangan utama Islandia, Icelandair, naik 6 persen ketika berita gunung berapi itu erupsi lagi rilis pada hari Rabu. Investor dan penduduk sama-sama ketakutan oleh kemungkinan letusan yang jauh lebih mengganggu di daerah berpenduduk di semenanjung itu.

Aktivitas vulkanik yang paling menggangu dalam beberapa tahun terakhir terjadi pada 2010 kala gunung berapi Eyjafjallajokull meletus. Kala itu, awan abu dan debu berterbangan ke atmosfer hingga mengganggu perjalanan udara antara Eropa dan Amerika Utara selama berhari- hari.

Saat itu, lebih dari 100 ribu penerbangan dibatalkan hingga membuat jutaan penumpang terdampar. Pasalnya, abu dikhawatirkan dapat merusak mesin jet pesawat.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait