Setelah meninggalkan Taiwan, Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengunjungi Jepang. Di saat yang bersamaan, Tiongkok menggelar latihan militer sekitar wilayah Taiwan, bahkan disebut meluncurkan rudal balistik.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 05 Agustus 2022 - 10:21 WIB
WowKeren - Pemerintah Jepang melaporkan bahwa lima rudal balistik yang ditembakkan oleh militer Tiongkok jatuh ke zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang pada Kamis (4/8). Menanggapi hal ini, Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang Yoshimasa Hayashi lantas menuntut agar Tiongkok "segera menghentikan" latihan militer tembakan langsung di dekat Taiwan.
Menurut pemerintah, rudal-rudal yang ditembakkan itu jatuh di bagian ZEE dari area pelatihan yang ditunjuk Tiongkok di barat daya Pulau Hateruma di prefektur selatan Okinawa. Hal ini bahkan disebut sebagai pertama kalinya rudal balistik Tiongkok jatuh di perairan.
Sebagaimana diketahui, Tiongkok memang tengah mengadakan latihan militer di sekitar Taiwan, sebagai bentuk protes atas kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke negara tersebut. Dalam hal ini, termasuk juga melakukan latihan empat hari yang dimulai pada Kamis (4/8), di enam daerah yang mengelilingi pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu.
"Ini adalah masalah serius yang menyangkut keamanan nasional negara kita dan keselamatan rakyat," ujar Menteri Pertahanan Nobuo Kishi pada konferensi pers yang disebut buru-buru, menyebut langkah Tiongkok "sangat memaksa", dilansir dari Kyodo News, Jumat (5/8).
Di samping itu, pemerintah Jepang diketahui juga mengajukan protes diplomatik kepada pemerintah Tiongkok. Terlebih Hateruma dekat dengan Taiwan, dan pulau-pulau lainnya seperti Yonaguni dan Senkaku di Laut Cina Timur.
Di sisi lain, pada Jumat (5/8), Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida mengutuk penembakan rudal balistik Tiongkok selama latihan militer di sekitar Taiwan, dan menyebutnya sebagai "masalah serius yang berdampak pada keamanan nasional kita dan keselamatan warga negara kita".
"Tindakan Tiongkok kali ini berdampak serius pada perdamaian dan stabilitas kawasan kami dan komunitas internasional," tutur Kishida kepada wartawan usai bertemu Pelosi, dilihat dari malaymail, Jumat (5/8). "Saya mengatakan kepadanya bahwa kami telah menyerukan pembatalan segera latihan militer."
Kemudian, Kishida membeberkan terkait pertemuannya dengan Pelosi itu. Ia mengatakan bahwa pihaknya dan Pelosi membahas masalah geopolitik termasuk hal-hal yang berkaitan dengan Korea Utara, Tiongkok, dan Rusia, serta upaya menuju dunia bebas nuklir.
(wk/tiar)