Api sempat 'dijinakkan' namun kembali membesar pada Jumat (19/8) malam. Para petugas damkar dan relawan terus berupaya menyiram air demi memadamkan kobaran api.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 20 Agustus 2022 - 00:34 WIB
WowKeren - Petugas pemadam kebakaran masih terus berupaya memadamkan api di pabrik aluminium foil di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, hingga Jumat (19/8) malam. Kebakaran tersebut diketahui terjadi sejak Jumat pagi sekitar pukul 05.30 WIB.
Api sempat "dijinakkan" namun kembali membesar pada Jumat malam. Para petugas damkar dan relawan terus berupaya menyiram air demi memadamkan kobaran api.
"Situasi pukul 19.48 WIB dari titik belakang (pabrik) yang bersebelahan dengan pemukiman warga, api menyala mulai meluas kembali," ungkap relawan bencana Kabupaten Bogor, Ismail, pada Jumat pukul 20.00 WIB.
Menurutnya, upaya pemadaman salah satunya terkendala oleh pasokan air. "Tim damkar masih di lokasi. Sejak tadi kan mereka di lokasi. Tadi sore api sudah mengecil, tapi tadi kembali menyala," ungkapnya.
Sementara itu, Komandan Sektor Damkar Citeureup Andang Hidayat membenarkan bahwa api masih menyala sekitar pukul 20.00 WIB. "Masih menyala, benar. Ada beberapa unit damkar yang masih ada di lokasi," terangnya kepada TribunnewsBogor.com.
Sejumlah unit damkar yang masih di lokasi di antaranya adalah Damkar sektor Citeureup, sektor Cileungsi, sektor Ciomas, sektor Ciawi dan Mako Kabupaten Bogor. Para petugas damkar disebut kesulitan mendapatkan air untuk melakukan upaya pemadaman.
"Kendala ngambil airnya jauh ke setu, tapi sekarangapinya udah mulai padam, kita akali airnya dicampur pake deterjen jadi ngiket dia," ungkap Wakil Komandan Regu 3 Damkar Sektor Ciomas, Budi Faturachman.
Lokasi kebakaran yang berisi aluminium foil dan styrofoam membuat api cepat membesar dan menjalar ke seluruh bagian bangunan. Selain itu, embusan angin yang bertiup kencang juga menjadi salah satu kendala proses pemadaman.
Api masih tersisa di beberapa titik tumpukan bekas material bangunan yang ambruk. Tim damkar juga kesulitan menjangkau titik-titik sisa api karena banyaknya seng yang jatuh berserakan.
(wk/Bert)