Mahfud MD Soal Isu Konsorsium 303 Hingga Pernyataan Kerajaan Sambo
Instagram/mohmahfudmd
Nasional

Mahfud MD turut hadir dalam rapat dengar pendapat yang digelar Komisi III DPR RI terkait kasus Ferdy Sambo. Mahfud MD ikut ditanya terkait isu Konsorsium 303.

WowKeren - Komisi III DPR RI mengadakan rapat dengar pendapat terkait kasus Irjen Ferdy Sambo. Turut hadir dalam rapat tersebut, Menko Polhukam (Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan).

Mahdud MD pun diminta untuk memaparkan rekomendasi perbaikan di tubuh institusi polri setelah muncul isu soal Konsorsium 303 yang terkait dugaan beking perjudian yang gambar bagannya kini beredar luas di media sosial dan kasus Irjen Ferdy Sambo. Mahfud MD pertama-tama menyatakan ketidaktahuannya mengenai gambar-gambar bagan yang beredar di publik.

"Soal gambar-gambar itu saya sudah dapat tetapi itu bukan dari saya. Saya tidak tahu sama sekali. Yang saya baca di media itu Pak Teguh yang mengatakan itu," kata Mahfud, Senin (22/8), melansir CNNIndonesia.com.

Seperti yang diketahui, Konsursium 303 dikabarkan dipimpin oleh Ferdy Sambo dan melibatkan sejumlah pejabat di kepolisian. Sementara terkait istilah Kerajaan Sambo, Mahfud menegaskan bahwa hal tersebut tidak terkait dalam konteks perjudian.


"Saya malah enggak tahu yang begitu. Yang saya katakan itu Divisi Propam itu satu bintang dua kepalanya, biro ada tiga bintang satu, di mana setiap biro ini produknya harus diputus Pak Sambo, kalau dia menyelidik harus Pak Sambo, kalau dia menghukum harus Pak Sambo juga," terang Mahfud MD.

Dalam kesempatan itu, Mahfud MD pun turut mengusulkan pemisahan struktur kinerja di Divisi Propam Polri. Mulai dari pihak yang memeriksa, menyelidiki hingga mengambil keputusan.

"Kenapa tidak dipisah saja kayak kita buat trias politica yang memeriksa yang menyelidiki beda, yang memutus beda," ungkap Mahfud MD.

Mahfud MD jadi salah satu pihak yang ikut mengawal penyelidikan kasus kematian Brigadir J yang diotaki oleh Ferdy Sambo. Mahfud MD pun kerap memberikan bocoran mengenai fakta kasus Ferdy Sambo. Termasuk soal kelompok Ferdy Sambo yang disebut bak punya kerajaan sendiri di dalam institusi Polri.

"Ada hambatan-hambatan di dalam secara struktural ya, karena ini tidak bisa dipungkiri ini ada kelompok Sambo sendiri ini yang seperti menjadi kerajaan Polri sendiri di dalamnya. Seperti sub-Mabes yang sangat berkuasa. Dan ini yang menghalang-halangi sebenarnya," pungkas Mahfud dalam tayangan podcast bersama Akbar Faiza beberapa waktu lalu.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait