Konversi Kompor Listrik Disebut untuk Siasati Kelebihan Pasokan PLN, Ini Buktinya
Unsplash/Sven Brandsma
Nasional
Kompor Gas vs Kompor Listrik

Menteri ESDM blak-blakan mengungkap salah satu tujuan konversi kompor LPG ke listrik adalah untuk mengatasi masalah over supply listrik PLN. Di aman hal itu menjadi beban karena penerapan skema take or pay.

WowKeren - Rencana pemerintah melakukan konversi kompor LPG ke listrik terus menuai pro kontra. Namun terbaru, Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) mengungkap tujuan konversi kompor listrik salah satunya adalah sebagai upaya menyiasati over supply atau kelebihan pasokan listrik PT PLN (Persero).

"Menyalurkan over supply, kan kalau over supply harus bayar take or pay, ini kan beban" ujar Arifin Tasrif selaku Menteri ESDM di Gedung DPR MPR, Jakarta, Kamis (22/9).

Adanya over supply nyatanya menjadi beban tersendiri bagi PLN. Pasalnya kontrak listrik PLN menerapkan skema take or pay, dimana mereka tetap harus membayar sesuai kontrak, entah listrik yang diproduksi produsen swasta (IPP) dipakai atau tidak.

Karena itu, dengan adanya program kompor listrik diharapkan permintaan akan kebutuhan listrik juga akan bertambah. Sehingga nantinya serapakan listrik juga ikut naik dan bisa meringankan beban over supply tadi.


"Jadi kan ini (kompor listrik) uji coba, sekarang motor listrik didorong supaya bisa masuk, nanti tinggal respons dari pasar, kalau pasar ini responsnya bagus otomatis demand-nya juga naik," terang Arifin.

Namun benarkah Indonesia saat ini kelebihan pasokan listrik? Menurut Rida Mulyana selaku Sekretaris Jendral Kementerian ESDM, PT PLN (Persero) saat ini memang benar sedang mengalami masalah over supply. Bahkan over supply listrik diperkirakan mencapai 6 Giga Watt (GW) hingga akhir tahun 2022.

"6 GW (over supply listrik) kalau akhir tahun ini, yang tahu persis kan di PLN," ungkap Rida Mulyana di Gedung DPR RI, Kamis (22/9).

Over supply listrik secara garis besar terjadi di seluruh wilayah Tanah Air. Sementara Pulau Jawa khususnya menjadi yang paling signifikan mengalami over supply listrik.

Sebelumnya diketahui bahwa pemerintah juga berencana membagikan paket kompor listrik untuk 300 ribu rumah tangga untuk mendukung program pemerintah tersebut. Paket terdiri dari satu buah kompor listrik, alat masak dan MCB (miniature circuit breaker). Ratusan rumah tangga yang jadi sasaran penerima paket kompor listrik tersebut adalah yang telah terdaftar pada DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).

(wk/amel)

You can share this post!

Artikel Terkait