Turunnya Penjualan Album Stray Kids dan aespa Berimbas pada Harga Saham Agensi
Instagram
Musik

Turunnya angka penjualan album baru-baru ini merupakan efek dari penurunan penjualan album di Tiongkok. Ini memberikan imbas cukup besar pada sektor hiburan Korea Selatan.

WowKeren - Mini album ke-4 girl grup besutan SM Entertainment aespa hanya terjual sebanyak 530.000 copy di hari pertama. Boy grup JYP Entertainment Stray Kids juga hanya menjual mini album terbaru mereka, "ROCK STAR" sebanyak 1,88 juta copy pada hari pertama.

Ini sangat kontras dengan penjualan mini album ke-3 aespa, "MY WORLD" yang terjual 1,37 juta copy di hari pertama. Di sisi lain, Stray Kids juga mengalami penurunan angka penjualan di mana rilisan sebelumnya terjual 2,39 juta copy saat dirilis Juni lalu.

Hal ini pun berimbas pada harga saham agensi kedua grup tersebut. Pada 17 November, terjadi penurunan yang luar biasa tajam di mana JYP Entertainment mengalami penurunan satu hari yang signifikan sebesar 9,52%, ditutup pada ₩90,300 KRW (sekitar Rp 1,08 juta), penurunan terbesar dalam satu tahun terakhir.


Penurunan harga saham juga dialami perusahaan hiburan besar lainnya YG Entertainment, HYBE dan SM Entertainment juga mengalami penurunan harga saham masing-masing sebesar 9,01%, 7,40%, dan 5,43%. Meskipun pendapatan kuartal ketiga positif, kepercayaan investor berkurang karena penjualan album yang diantisipasi dari comeback grup idol besar "gagal".

Penurunan ini disebabkan oleh penarikan investor institusional secara besar-besaran dari pasar, sebagaimana dibuktikan dengan penjualan bersih saham hiburan sebesar puluhan miliar won. Investor asing juga berpartisipasi dalam aksi jual ini, khususnya HYBE dan JYP Entertainment yang menghadapi penjualan besar dari mereka.

Turunnya angka penjualan album baru-baru ini merupakan efek dari penurunan penjualan album di Tiongkok, yang berkurang hampir setengahnya. Ini memberikan imbas cukup besar pada sektor hiburan Korea Selatan, sebagaimana tercermin dalam penurunan harga saham perusahaan-perusahaan hiburan terkemuka di negara tersebut.

Daol Investment & Securities melaporkan penurunan tajam dalam ekspor album ke Tiongkok. Perusahaan-perusahaan hiburan besar hanya mengekspor album senilai sekitar $28 juta (sekitar Rp 432,6 miliar) dari bulan Januari hingga Oktober tahun ini, penurunan yang signifikan dari $48 juta (sekitar Rp 741,7 miliar) yang dilaporkan pada periode yang sama tahun lalu.

(wk/dewi)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Trending
Berita Terbaru