Ivan Gunawan kembali mengungkap pesan bijak usai melontarkan sindiran pada pihak KPI. Meski menyesalkan soal sikap KPI, Igun berusaha berbesar hati dan menerima kesalahannya terkait penampilan di acara 'Brownis'.
- Ria Susilo Wardhani
- Jumat, 05 Januari 2024 - 12:20 WIB
WowKeren - Ivan Gunawan kembali mengungkap pesan bijak usai dirinya dan acara "Brownis" kena tegur KPI. Ivan alias Igun awalnya mengenang perjalanan karirnya selama 20 tahun menjadi desainer. Ia kemudian mengisyaratkan rasa kecewa atas teguran KPI tersebut.
"Sebagai fashion designer yg profesional selama 20 tahun , rasanya tidak pantas di telinga saya kalo apa yg saya pakai itu di komentari Oleh satu institusi yg hanya baku pemikiran mana Baju laki laki seharus nya & mana baju perempuan seharus nya [sic!]," kata host "Brownis" ini pada 5 Januari. "Fashion is not like that ... fashion is how u discribe who u are , fashion is no limit , fashion is creativity [sic!]."
Namun, Igun menyadari kalau ia tak seharusnya berpenampilan yang bisa memicu kritik dari KPI. Igun memilih bersikap legowo dan mengakui kesalahannya.
"Mungkin saya tinggal di negara yg sampe hari ini blm Mau menerima Sebuah kebebasan fashion , kita masih terbentur sebuah ATURAN," kata Igun. "Memang saya salah , mau bergaya itu di panggung Fashion bukan di televisi jd selama ini Saya salah Panggung."
Unggahan Igun ini menuai dukungan dari banyak pihak. Ia didoakan akan tetap bisa menghasilkan karya fashion terbaik seperti sebelumnya.
"Fashion is a form of self expression. Ga sabar untuk melihat karya karya ka Ivan ❤️❤️❤️❤️❤️ [sic!]," ujar netter. "Just keep going 🔥 do what love ❤️ [sic!]," harap netter. "Keep being yourself and stick to your principles. ❤️ [sic!]," tutur netter.
Sebelumnya, KPI melayangkan teguran untuk stasiun TV yang menayangkan "Brownis". Selain itu, KPI juga mengungkap jika penampilan Igun di salah satu episode itu dinilai melanggar norma dan etika.
"Halo #SahabatPenyiaran. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menjatuhkan sanksi adminisratif teguran tertulis pertama untuk Program Siaran “Brownis” di Trans TV. Program ini kedapatan menampilkan adegan yang mengarah pada penormalan laki-laki bergaya perempuan yang dipertontonkan kepada khalayak. Hal tersebut dinilai melanggar etika dan norma sebagaimana terdapat dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI tahun 2012," demikian keterangan dari pihak KPI. "Pelanggaran ini terjadi pada 30 Oktober 2023 pukul 12.38 WIB berupa penampilan a.n Ivan Gunawan menggunakan pakaian, riasan, aksesoris, dan bahasa tubuh kewanitaan. KPI Pusat telah meminta Trans TV untuk menglarifikasi pada 12 Desember 2023 dan menjadi catatan KPI dalam rapat pleno penjatuhan sanksi. KPI meminta Trans TV untuk melakukan perbaikan internal dan tidak lagi mengulangi pelanggaran yang sama."
Sehari setelahnya, Igun mengungkap klarifikasi menohok dan menyindir KPI. Ia merasa sudah memakai busana sesuai tema dan juga menganggap penampilannya itu terilhami pakaian di era 60-an.
"Mau menanggapi postingan ini .... sebelum nya mohon maaf yah @brownis_ttv @jck_desaratu aku harus post Kejadian hari itu Tgl 12 des pas ulang tahun @brownis_ttv konsep bday kita itu back to 60's jd kita pake ala tahun 60 han .... loe sekua cek ajah tahun segitu Orang orang gaya nya kaya apa ke pesta [sic!]," kata Igun. "Trs kenapa gue pake mahkota karna gue dapet prestasi di tingkat internasional , gue punya lisensi internasional trs gue di apresiasi kinerja gue makanya mahkota itu kebanggan gue .... jd sampe kapan pun gue bangga sama mahkota gue !!! [sic!]."
(wk/riaw)