Indra Bruggman dan Yusuf Surya mengungkap pengalaman buruk dengan sutradara toxic dan star syndrome di industri sinetron.
- Kamis, 19 Maret 2026 - 16:31 WIB
WowKeren - Aktor Indra Bruggman membuka sisi kelam dunia sinetron yang membesarkan namanya, mengungkapkan bahwa perilaku toxic dan star syndrome tidak hanya dimiliki artis, tetapi juga terjadi di kalangan sutradara. Pengakuan ini ia sampaikan bersama rekan aktor Yusuf Surya dalam channel YouTube-nya, menceritakan berbagai pengalaman tak mengenakkan yang membuat mereka merasa terancam dan diperlakukan semena-mena di balik layar.
Indra Bruggman mengaku pernah merasa sangat lelah saat membintangi suatu sinetron karena harus berusaha menyenangkan seluruh kru yang terlibat. "Sempet gue ketemu satu sinetron, gue ngerasa capek banget karena harus menyenangkan semua kru yang di situ," ungkap Indra. Ia menjelaskan bahwa posisinya bisa terancam hanya karena omongan yang tidak sampai ke pihak yang tepat. "Bagian kostumnya, bisa langsung ke directornya, kalau misalkan ada omongan kita nyampe, udah tuh posisi kita terancam," lanjutnya.
Pengalaman serupa juga dialami oleh Yusuf Surya, yang dikenal lewat perannya di sinetron seperti "Jinny oh Jinny" dan "Suami-Suami Takut Istri". Yusuf mengisahkan bahwa ia pernah kehilangan peran hanya karena tidak menghadiri undangan pernikahan salah satu sutradara dari sinetron yang sedang ia bintangi. "Hansip dibunuh sama maling, gara-gara enggak kondangan," ujar Yusuf dengan nada bercanda namun getir.
Kejadian itu bahkan menjadi bahan lelucon di lokasi syuting. Yusuf menceritakan, lawan mainnya saat itu, Tigor, membisikinya tepat di adegan kematian karakternya. "Itu Tigor tahu. Dibisikin 'gara-gara lo enggak kondangan ya?' (Bicara seperti itu) pas adegan, kan di pangkuan dia," kenang Yusuf sambil tertawa.
Yusuf juga pernah mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari seorang sutradara hanya terkait masalah rambut. Sutradara tersebut memintanya memotong rambut menjadi lebih pendek dengan kalimat, "'Ah, enggak mau gondrong begini, gue mau cepak.'" Bahkan kru lain seperti tukang lighting pun menyadari sikap berlebihan sutradara itu. "Sampai tukang lightingnya aja 'bang, sebelum dia jadi sutradara, lo udah main sinetron, belagak gila dia bang,'" ucap Yusuf menirukan.
Masih dari cerita Yusuf, ada pula kasus ekstrem di mana seorang pemeran dihilangkan karakternya dari sinetron hanya karena tidak mencium tangan sutradara. "Dia (pemeran itu) sadar-sadarnya 'kok gue udah sampai 10-20 episode enggak ada,'" kata Yusuf. Mendengar hal itu, Indra Bruggman menekankan dengan bertanya, "Cuma gara-gara enggak salaman doang?" yang langsung dibenarkan oleh Yusuf dengan jawaban, "Iya."
Berbagai pengakuan tersebut membuat Indra Bruggman tersadar bahwa star syndrome ternyata bukan monopoli para artis. "Gue pikir artis doang star syndrome, director juga," ujar Indra Bruggman menutup pembicaraan, menyoroti bahwa budaya toxic dapat terjadi di berbagai lini dalam industri hiburan, termasuk dari pihak yang seharusnya memimpin proses kreatif dengan profesional.
(wk/timw)