Indra Bruggman ungkap perubahan sistem honor bintang sinetron dari masa lalu hingga kini.
- Jumat, 24 April 2026 - 08:32 WIB
WowKeren - Aktor Indra Bruggman baru-baru ini membagikan pandangannya mengenai perbedaan sistem pembayaran honor bintang sinetron antara masa lalu dan sekarang. Dalam sebuah video di channel pribadinya, Indra menceritakan bagaimana di era kejayaannya, para bintang sinetron bisa meminta honor sesuai keinginan mereka ketika sinetron yang dibintangi sukses. Ia menjelaskan, 'Dulu mungkin enak ya, karena minta honor berapa pun pasti akan dikasih. DP rumah, DP mobil, dikasih. Selagi sinetron kita bagus terus. Sekarang? Boro-boro.'
Indra Bruggman, yang dikenal sebagai salah satu aktor sinetron terkemuka, menjelaskan bahwa sistem pembayaran saat ini sangat berbeda. 'Anak-anak sekarang per buku. Per buku bisa jadi dua episode. Let say Rp 1 juta, (berarti) dua episode bisa Rp 500.000 (masing-masing). Diperes, asli,' ungkapnya. Ia juga menyoroti bahwa bukan hanya besaran honor yang berubah, tetapi juga lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menerima pembayaran tersebut. 'Sekarang, udah honornya buat dua episode, honornya juga lebih lama keluarnya,' tambahnya.
Indra mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan dan siapa yang memulai sistem pembayaran berbasis per buku ini. Ia mengingat bahwa pada zamannya, perhitungan honor dilakukan berdasarkan scene yang diambil. 'Dulu kita ngitung scene. Kalau ada kelebihan scene, durasi, akan masuk episode berikutnya,' jelasnya. Hal ini membuat para artis sinetron di masa lalu lebih mudah menunjukkan kesuksesan secara finansial. Indra menuturkan, 'Sinetron sekarang itu untuk cari duit, kalau gue pribadi ya, enggak bisa diharapkan kayak dulu, bisa beli rumah, mobil, dalam waktu lumayan singkat.'
Menurutnya, saat ini para bintang lebih mengandalkan endorsement untuk mencari penghasilan. 'Sekarang ini cuma brandingan aja, cari duitnya mungkin dari endorsement,' ujarnya. Meskipun tantangan di dunia sinetron semakin besar, Indra menyebut ada cara untuk bertahan dalam industri ini. Ivan Ray, salah satu rekannya yang masih aktif di dunia sinetron, memberikan saran untuk memilih produksi rumah yang tepat dan cerita yang menarik. 'Intinya harus pinter-pinter milih PH (rumah produksi), ceritanya,' kata Ivan.
Indra Bruggman sendiri memulai kariernya sebagai model di majalah remaja sebelum kemudian dikenal luas sebagai bintang sinetron dengan berbagai judul populer seperti 'Jinny oh Jinny', 'Siapa Takut Jatuh Cinta', dan 'Anak Membawa Berkah'. Dengan banyak pengalaman di industri ini, ia berharap agar generasi baru artis sinetron bisa lebih bijaksana dalam menghadapi tantangan yang ada.
(wk/timw)