Hantavirus Temukan Kembali di Kasus Kematian Istri Gene Hackman
TMDB (Merged)/themoviedb.org
Selebriti

Hantavirus yang menewaskan tiga orang di kapal pesiar MV Hondius juga terkait dengan istri Gene Hackman.

WowKeren - Dunia hiburan dikejutkan dengan kabar mengenai penyebaran Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius, yang telah menewaskan tiga orang. Virus ini juga pernah ditemukan pada kasus kematian Betsy Arakawa, istri dari aktor legendaris Gene Hackman, pada pertengahan Februari 2025.

Menurut laporan terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga saat ini terdapat delapan kasus yang teridentifikasi, terdiri dari lima kasus konfirmasi dan tiga kasus suspect. Hantavirus ini menjadi perhatian besar setelah kematian Betsy Arakawa di rumah mereka di Santa Fe, New Mexico, yang disebabkan oleh Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).

Dalam laporan autopsi, terungkap bahwa kematian Betsy disebabkan oleh infeksi yang didapat dari kotoran tikus di rumahnya. Sementara itu, Gene Hackman juga dilaporkan meninggal akibat penyakit kardiovaskular dan komplikasi Alzheimer. Pihak berwenang menemukan jejak kotoran tikus di kediaman mereka, yang menjadi sumber penularan virus tersebut.


Perbedaan mencolok antara kasus kematian Betsy Arakawa dengan wabah di kapal pesiar MV Hondius terletak pada pola penularan virus. Jika Betsy terinfeksi melalui kontak langsung dengan kotoran tikus, WHO menduga wabah di kapal pesiar ini menyebar melalui kontak antarmanusia, yang merupakan fenomena yang sangat jarang untuk jenis Hantavirus.

Sesuai dengan informasi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Hantavirus umumnya menular melalui kontak dengan urine, kotoran, atau air liur tikus. Virus ini dapat menyebabkan sindrom paru-paru yang fatal hingga demam berdarah dengan sindrom ginjal. Dalam kasus di kapal pesiar, MV Hondius berlayar dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026. Kematian pertama dilaporkan terjadi pada 11 April di tengah laut.

Setelah kapal bersandar di St. Helena pada 24 April, puluhan penumpang turun ke darat bersama jenazah korban. Kematian kedua terjadi di Afrika Selatan setelah seorang penumpang terbang dari pelabuhan tersebut, dan korban ketiga meninggal di atas kapal pada 2 Mei 2026. Sampai saat ini, kapal pesiar tersebut masih dalam pemantauan ketat dan dijadwalkan untuk bersandar di Tenerife, Kepulauan Canary, guna penanganan medis lebih lanjut bagi para penumpang lainnya.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!