Shinta menegaskan kalau ia tak pernah menyebut tahun kelulusan ataupun mengenal Komjen Makbul.
- Tim WowKeren
- Rabu, 01 Februari 2012 - 15:31 WIB
WowKeren - Shinta Bachir menegaskan kalau penerornya bukanlah Komisaris Jenderal Makbul Padmanegara. Ia juga tak pernah menyebut soal angkatan 1974 yang dibahas tabloid Cek dan Ricek di artikel "Misteri Pengakuan Shinta Bachir".
"Bukan beliau. Aku nggak kenal sama Pak Makbul Padmanegara," kata Shinta saat jumpa pers di kantor kuasa hukumnya, Ahmad Rifai, Mayapada Tower, Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (1/2). "Selama kenal beliau, aku tidak pernah nanya angkatan dan pekerjaan."
Shinta menegaskan kalau kasusnya dengan sang peneror sudah berakhir. "Dia meminta maaf ke aku lewat teleon. Aku sudah memaafkan karena waktu itu beliau juga sudah ketemu Pak Rifai," ujar aktris "Suster Keramas" itu.
Soal tudingan pemerasan, Shinta pun membantah. Hal ini ditegaskan pula oleh kuasa hukumnya, Rifai.
"Tidak ada pemerasan. Gimana mau memeras justru Shinta yang diancam mau dibunuh," kata Rifai. "Yang jelas kasus ini sudah selesai. Kami tidak akan memperpanjang masalah lagi. Beliau sudah kirim sms bunyinya, 'Saya meminta maaf telah mengirim sms yang berisi ancaman yang membuat mbak Shinta dan keluarga takut dan tidak akan mengulanginya lagi'."
Soal tuntutan Komjen Makbul agar Shinta meminta maaf, aktris asal Wonosobo itu berjanji akan klarifikasi ke pihak mantan Wakapolri tersebut. "Kita bisa saling menjelaskan. Kami akan terbuka. Kami juga akan meminta pertanggungjawaban ke media yang memberitakan hal itu," kata Rifai mewakili Shinta.
Di tabloid Cek & Ricek halaman 3 dengan judul "Misteri Pengakuan Shinta Bachir", di alinea pertama baris ke-10 disebutkan bahwa "Ia mengaku diteror dan hendak dibunuh oleh seorang purnawirawan jenderal polisi berbintang tiga yang disebutnya sebagai mantan Kapolda Metro Jaya". Kemudian pada alinea ke-4 baris ke-10 disebutkan "Argumentasi ini rupanya tak membuat mantan perwira tinggi lulusan Akabri Kepolisian tahun 1974 itu legowo".
Pengacara Makbul, Alfons Loemau, mengungkapkan, meski Shinta tidak menyebutkan nama jelas Makbul Padmanegara maupun inisialnya, kalimat tersebut mengarah ke pribadi mantan Kapolda Metro Jaya Makbul Padmanegara. Shinta diberi waktu seminggu untuk meralat ucapan sebelum kuasa hukum Komjen Makbul mengambil tindakan.
(wk/)