Simak aksi-aksi Ratna Sarumpaet yang gigih sebagai seorang aktivis, sebelum ditangkap akibat menyebarkan berita bohong.
- Eva Ayu Rahmawati
- Jumat, 05 Oktober 2018 - 15:36 WIB
WowKeren - Sosok Ratna Sarumpaet belakangan ini ramai menjadi bahan pembicaraan publik. Pasalnya, ibunda Atiqah Hasiholan tersebut telah membuat berita bohong mengenai kasus penganiayaannya.
Sebelumnya, Ratna dikabarkan babak belur di bagian wajahnya akibat pengeroyokan sekelompok orang tak dikenal. Akan tetapi, berbagai bukti janggal yang beredar di media membuat publik meragukan Ratna.
Benar saja, Ratna akhirnya mengaku bahwa wajah bengkaknya bukan dari penganiayaan, melainkan operasi plastik. Kebohongan ibu mertua Rio Dewanto tersebut pun membuatnya menjadi bahan cibiran publik.
Selain itu, Ratna juga telah ditetapkan sebagai tersangka atas berita hoax yang ia buat. Bahkan, Ratna ditangkap di bandara Soekarno-Hatta saat hendak pergi ke Chile. Penangkapan Ratna tersebut ternyata bukan yang pertama kali.
Rupanya, Ratna juga pernah ditangkap saat memimpin demo melawan pemerintahan Orde Baru di bawah pimpinan Soeharto, tahun 1998 silam. Berikut ini beberapa potret kegigihan Ratna saat menjadi seorang aktivis.
(wk/evaa)1. Ratna Sarumpaet terlihat mengunjungi anak-anak di wilayah Kalimantan Barat
Foto tersebut diambil saat Ratna mengunjungi anak-anak di wilayah Sintang, Kalimantan Barat, tahun 1992 silam. Ratna sendiri dikenal peduli dengan maraknya perdagangan anak. Badan PBB yang bergerak di bidang kesejahteraan anak-anak, UNICEF, meminta Ratna menulis drama untuk meningkatkan kesadaran tentang perdagangan anak di Asia Tenggara, pada tahun 2005 lalu.
2. Ratna Sarumpaet diundang sebagai tamu ke Universitas Curtin di Perth, Australia
Tak hanya menggeluti dunia panggung teater, Ratna juga diketahui sangat tertarik dengan masalah-masalah kemanusiaan. Wanita berusia 49 ini juga dikenal berani menyuarakan pendapatnya. Bahkan, Ratna sempat diundang untuk berdiskusi ke Universitas Curtin di Perth, Australia.
3. Kritikan Tajam Terhadap Pemerintah Orde Baru Sempat Membuat Ratna Sarumpaet Dipenjara
Kepemimpinan otoriter Presiden kedua RI, Soeharto, membuat Ratna merasa kecewa dan memberikan kritikan tajam. Ratna pun memimpin grupnya untuk melakukan aksi protes terhadap Soeharto. Namun, Ratna ditangkap aparat saat sedang berorasi di Jakarta pada 11 Maret 1998 lalu, bersama rekannya yang bernama Fathom.
4. Dari Penjara, Ratna Sarumpaet Dibawa ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara
Setelah ditangkap pada 11 Maret 1998, Ratna pun menjalani hukuman selama 77 hari di penjara. Ratna dituding menyebarkan kebencian dan menghadiri pertemuan politik anti-revolusioner. Pada 20 Mei 1998 lalu, Ratna di bawa ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara untuk menjalani proses hukum.
5. Setelah Bebas, Ratna Sarumpaet Sempat Melarikan Diri dari Indonesia ke Luar Negeri
Ratna mendengar desas-desus bahwa ia akan kembali ditangkap lantaran masih terus berpartisipasi dalam gerakan pro-demokrasi. Hal ini membuat Ratna melarikan diri ke luar negeri, seperti di kota Berlin, Jerman. Meski begitu, Ratna tetap aktif menyuarakan pendapatnya.
6. Kegigihan Ratna Sarumpaet masih terlihat saat ikut membela para nelayan Muara Angke, Jakarta
Tahun 2016, Ratna menjadi salah satu pihak yang menolak keras kebijakan reklamasi Pulau G. Kebijakan reklamasi tersebut diterbitkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang kala itu masih menjabat.
7. Ratna Sarumpaet dan rekan-rekannya gigih dalam memperjuangkan Pancasila dan UUD 1945
Meskipun sudah merasakan penderitaan di balik jeruji penjara, Ratna masih tetap teguh pada pendiriannya. Terutama untuk membela Pancasila dan UUD 1945 demi kedaulatan bangsa Indonesia. Sayangnya, aksi-aksi patriotik Ratna tersebut ternoda dengan kebohongan yang ia buat belum lama ini.