Iming-Iming Beasiswa, Ratusan Mahasiswa Indonesia Diduga Jadi Korban Kerja Paksa di Taiwan
Nasional

Pihak universitas mengancam mahasiswa jika menolak bekerja, maka pihaknya tidak akan membantu studi mereka.

WowKeren - Kuliah di negeri orang melalui program beasiswa adalah impian hampir setiap mahasiswa. Namun, apa jadinya jika program beasiswa yang ditawarkan berujung penipuan?

Ratusan mahasiswa Indonesia diduga menjadi korban kerja paksa di Taiwan. Berdasarkan hasil investigasi anggota parlemen Taiwan dari Partai Kuomintang, Ko Chih-en, para mahasiswa tersebut terdaftar kuliah di Universitas Hsing Wu di Taipei.

Ko menuturkan bahwa Universitas Hsing Wu adalah satu dari enam universitas di Taiwan yang mempekerjakan mahasiswa asing sebagai buruh pabrik. Para mahasiswa tersebut berasal dari Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Kepulauan Pasifik. Pejabat universitas mengancam bahwa mahasiswa yang menolak bekerja tidak akan dibantu studinya oleh pihak universitas.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Prof Ismunandar, menyampaikan bahwa diduga ada 300 mahasiswa yang dipekerjakan secara paksa di pabrik-pabrik setempat. Hingga ini, pihaknya masih menyelidiki kebenarannya.

“Semua sedang kita terus teliti,” kata Ismunandar dilansir Republika.co.id. “Namun perwakilan kita di Taipei sedang teliti dengan baik.”


Ismunandar mengatakan bahwa ada sekitar seribu mahasiswa indonesia yang kuliah di Taiwan dan hanya tiga ratus yang menjadi korban kerja paksa. Kasus tersebut bermula dari program kebijakan pemerintah Taiwan berupa kerja sama untuk melakukan pertukaran pelajar dengan negara-negara lain di Asia.

Dugaan awal, ada oknum pelaksana yang menjebak para mahasiswa dan memberi iming-iming beasiswa di Taiwan. Berdasarkan laporan yang ada, ratusan mahasiswa yang mayoritas perempuan dipaksa bekerja dengan upah yang sangat rendah.

Dalam sepekan, mahasiswa dikabarkan hanya belajar di kelas selama dua hari dan empat hari sisanya bekerja di pabrik. Mereka dipekerjakan di sebuah pabrik lensa kontak yang ada di Hsinchu.

Dalam sehari, mahasiswa dipaksa bekerja selama sepuluh jam untuk membungkus puluhan ribu lensa kontak dengan waktu istirahat hanya dua jam. Ismunandar berharap agar pihak Taiwan ikut bertindak menertibkan para oknum nakal ini.

“Intinya kami sedang teliti terus,” ujar Ismunandar. “Dan berharap pihak Taiwan juga menertibkannya.”

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait