Pelantikan Letjen Doni Monardo sebagai Kepala BNPB yang seharusnya dilakukan pada Rabu (2/1) kemarin mendadak ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.
- Silmi Amalia Fidareni
- Kamis, 03 Januari 2019 - 11:36 WIB
WowKeren - Kabar pelantikan kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah menyeruak sebelum Tahun Baru 2019 kemarin. Namun, pelantikan yang sedianya dilangsungkan pada Rabu (2/1) kemarin malam mendadak ditunda.
Pihak Istana menyatakan bahwa penundaan pelantikan Letjen Doni Monardo tersebut lantaran kunjungan kerja Presiden ke Lampung. Namun, pernyataan terbaru yang disampaikan BNPB menjelaskan bahwa ada beberapa aturan yang masih harus diperbaiki mengingat jabatan Kepala BNPB tersebut setingkat menteri.
Penjelasan disampaikan oleh Kepala Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. "Itu ditunda, bukan dibatalkan. Jadi tadi malam, dengan perkembangan-perkembangan terkini, karena Kepala BNPB adalah pejabat negara setingkat dengan menteri, sehingga ada administrasi yang harus diselesaikan lebih dahulu. Dalam hal ini ada aturan yang akan diperbaiki oleh Presiden dalam waktu dekat," jelas Sutopo di Jakarta Timur, pada Rabu (2/1).
Jejak tsunami masih terlihat jelas di Desa Kunjir dan Desa Way Muli, dua desa di Lampung Selatan yang saya kunjungi hari ini.
Selekas mungkin, kita akan masuk ke tahap rekonstruksi dan pembangunan rumah-rumah di kawasan relokasi, 400 m dari lokasi rawan tsunami. pic.twitter.com/sFjfNgGXiQ
— Joko Widodo (@jokowi) 2 Januari 2019
Kendati belum diketahui pasti kapan akan dilakukan, Sutopo menjelaskan bahwa pelantikan Kepala BNPB yang baru akan segera dilangsungkan dalam waktu dekat. Hal ini mengingat adanya tantangan besar bagi kepada BNPB lantaran banyaknya bencana yang sedang melanda Indonesia.
"Karena Kepala BNPB adalah setingkat menteri, pejabat negara, jadi tidak mengenal pensiun, dan Kepala BNPB langsung bertanggung jawab kepada Presiden," lanjut Sutopo. "Dan banyak tugas yang perlu dilakukan, tantangan tentu besar, berat, apalagi kejadian bencana begitu meningkat."
Penundaan pelantikan yang terkesan mendadak ini juga mendapatkan sorotan dari perwakilan anggota DPR-RI. Mereka menyatakan kekecewaannya terhadap buruknya manajemen pemerintah. Salah satu anggota DPR bahkan menyebut bahwa Istana kerap memberikan undangan pelantikan mendadak.
(wk/silm)