Hengki (12) dan Farel (5) berhasil menyelamatkan diri kala bencana tanah longsor menimpa pemukiman mereka.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 04 Januari 2019 - 15:01 WIB
WowKeren - Bencana tanah longsor yang terjadi Sukabumi pada Senin (31/12) kemarin memakan banyak korban. Puluhan rumah warga di Kampung Cimapag, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok tertimbun tanah dalam peristiwa tersebut.
Kisah pilu pun dialami para korban bencana tersebut, salah satunya dialami oleh pasangan kakak beradik ini. Hengki Kurniawan yang masih berusia 12 tahun dan adiknya Farel yang masih berusia 5 tahun berhasil menyelamatkan diri dari tanah longsor yang menimpa rumah mereka.
Menurut Hengki, ia dan adiknya berlindung di pinggir rumah milik paman mereka saat lumpur menimbun pemukiman mereka. "Saya sama adik saya berlindung di bawah (pinggiran) rumah milik paman," terang Hengki dilansir Kompas.com, Kamis (3/1).
Sang kakak pun bercerita bahwa kala bencana tersebut terjadi, ia dan dan adiknya belum lama meninggalkan rumah. Hengki dan Farel berniat menunaikan salat maghrib di mushala dekat rumah mereka.
Sebelum pergi ke mushala, Hengki mengaku sempat mampir ke warung untuk membeli jajanan. Saat berada di warung itulah ia mendengar suara gemuruh dan tanah yang bergetar.
"Suara bergemuruh seperti suara mobil yang banyak sekali," kenang Hengki. "Dan tanahnya terasa bergetar seperti gempa."
Tak lama setelah gemuruh terdengar, terjangan lumpur langsung menimbun rumah-rumah yang berada di bagian atas dan bawah. Kakak beradik ini langsung lari untuk berlindung di rumah paman mereka yang berada di bagian tengah.
"Saya dan adik saya lari ke bagian tengah dan berlindung di pinggir rumah paman," terang Hengki. "Rumah paman Deden tidak tertimbun."
Sayangnya, kedua orangtua Hengki dan Farel menjadi korban peristiwa tersebut. Hengki menjelaskan saat tanah menimbun pemukiman warga, sang ayah, Ahudi, baru keluar rumah. Sedangkan ibu mereka, Adsih, berada di dalam rumah kala peristiwa tersebut terjadi.
"Bapak sudah ditemukan meninggal, dan mama masih belum ditemukan," terang bocah kelas 6 SD tersebut. "Saya ingin ibu segera ditemukan."
(wk/Bert)