Akibat Napi dan Pembesuk Saling Ejek, Kericuhan Lempar Batu Terjadi di Rutan Solo
Nasional

Kericuhan terjadi di Rutan Klas 1 Surakarta atau Rutan Solo, Kamis (10/1), diakibatkan oleh adanya gesekan antara pembesuk dan tahanan.

WowKeren - Kericuhan terjadi di Rutan Klas 1 Surakarta atau Rutan Solo, Kamis (10/1). Sejumlah massa pun tampak berkerubung di depan Rutan Solo.

Sambil berteriak, sesekali sejumlah massa tersebut menggedor mobil tahanan yang diparkir di depan Rutan. Polisi pun berjaga di sekitaran rumah tahanan tersebut.


Massa tersebut mendatangi depan rutan sejak pukul 1 siang. Suasana ricuh pun berlangsung sekitar 30 menit hingga akhirnya massa meninggalkan rutan.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Komisaris Besar Agus Triatmadja membenarkan adanya kericuhan tersebut. "Ricuh antara pembesuk tahanan kelompok Laskar Islam dengan narapidana kriminal biasa di Blok C1," terang Agus melalui pesan teks.

Kejadian tersebut bermula saat puluhan orang menjenguk rutan. Saat pembesuk kelompok Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) hendak pulang, mereka melakukan takbir.

Mendengar hal tersebut, narapidana kriminal biasa di Blok C1 membalas dengan suara "Guk-Guk". Emosi kelompok pembesuk pun tersulut.

"Saat itu, pembesuk kelompok Laskar Islam langsung melempari batu ke arah narapidana Blok C1 dan begitupun sebaliknya," jelas Agus. "Terjadilah aksi lempar batu."

Akibat peristiwa tersebut, sejumlah napi dipindahkan dari rutan Solo. Pertama, tampak seorang napi dibawa dengan pengamanan ketat. Sedangkan dalam pemindahan kedua, tampak 5 orang napi dibawa pergi. Kelompok napi yang berselisih ini dipindahkan ke dua lokasi berbeda, yakni ke Lapas Sragen dan Lapas Semarang.

"Sehingga diharapkan tidak terjadi gesekan lagi," ujar Agus. "Dan suasana kini sudah kondusif."

Endro Sudarsono, perwakilan LUIS yang datang ke lokasi mengaku menyayangkan hal tersebut. Pasalnya, pengamanan di dalam rutan seharusnya lebih dapat diperketat.

"Kita sayangkan bentrokan ini. Seharusnya pengamanan di rutan tak semacam ini," ujar Endro. "Karena kalau dari informasi, seperti ini sudah 3-4 kali terjadi."

Menurut Endro, seharusnya masyarakat dapat menjenguk ke rumah tahanan dengan lebih nyaman. Terkait dengan aksi tersebut, Endro mengaku itu hanyalah aksi solidaritas saja.

"Tidak ada niatan untuk merusak," tutur Endro. "Solidaritas saja."

You can share this post!

Related Posts