Pelaku Belum Terungkap, Ini Curhat Terakhir Siswi SMK di Bogor yang Tewas Ditusuk
Nasional

Sebelumnya, polisi sudah mengamankan terduga pelaku berinisial S untuk selanjutnya dimintai keterangan mengenai kasus berdarah ini.

WowKeren - Seorang siswi di Bogor dikabarkan tewas setelah mendapatkan luka tusuk di dada. Kejadian tersebut berlangsung pada Selasa (8/1) kemarin. Kejadian nahas ini menimpa seorang siswi SMK bernama Andriana Yubelia Noven.

Pada saat itu, Noven diketahui baru saja pulang dari sekolahnya. Ia pertama kali ditemukan warga dengan pisau yang masih menancap di dadanya di gang belakang Masjid Raya Kota Bogor. Meski segera dilarikan ke rumah sakit, nyawa Noven sudah tak tertolong.


Saat ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan mengenai siapa pelaku penusukan Noven. Sementara itu, terduga pelaku berinisial S sudah berhasil diamankan oleh polisi. Dugaan mengenai motif penusukan sementara karena adanya dendam pelaku pada korban.

Di sisi lain, adik kandung korban yang bernama Benedekta Kendel Jati Cahya Perwita menjabarkan mengenai curhat terakhir sang kakak. "Terakhir kami jogging pagi bareng, ia sempat curhat masalah cowok," ujar Cahya di Gereja St Petrus Cianjur pada Rabu (9/1) kemarin.

Sambil menceritakan mengenai sosok sang kakak, Cahya banyak menangis. Ia mengenang Noven sebagai pribadi yang pantang menyerah. Kakaknya juga mengatakan ingin hidup mandiri di Bogor demi mengejar impiannya menekuni dunia desain busana.

Di sisi lain, sang ayah juga menyatakan keinginannya agar pelaku penusukan sang anak segera ditangkap. Sang ayah juga mengatakan keinginan sang putri untuk menekuni dunia tata busana. Ayah Noven juga menuruti permintaan terakhir Noven untuk mengenakan baju hasil rancangannya di saat terakhirnya.

Kendati masih terus melakukan penyelidikan, polisi mengaku telah berhasil mengantongi identitas terduga pelaku penusukan Noven. Pelaku berhasil dikenali lewat rekaman keterangan yang digali dari teman korban dan juga kamera CCTV.

"Kami mohon masyarakat bersabar, ini masih dalam penyelidikan. Namun, kami berkomitmen untuk mengungkap secepatanya," ucap Hendri di Gedung Kemuning Gading pada Kamis (10/1). "Kesulitan kami di lapangan dikarenakan minimnya saksi saat peristiwa pembunuhan. Sedangkan identifikasi profil wajah melalui CCTV masih membutuhkan waktu mengingat gambar yang dihasilkan tidak maksimal."

You can share this post!

Related Posts