Aktivitas Erupsi Terus Jadi Perhatian, Anak Krakatau Kembali Munculkan Fenomena Aneh
Twitter/EarthUncutTV
Nasional

Dalam video berdurasi dua menit yang diunggah BNPB, menunjukkan air laut di sekitar Gunung Anak Krakatau berwarna oranye.

WowKeren - Meski aktivitas erupsi sudah menurun, status Gunung Anak Krakatau masih berada di level III Siaga. Gunung Anak Krakatau yang dikatakan masih sedang tumbuh dan berkembang kembali memunculkan fenomena aneh sejak letusan yang menimbulkan tragedi tsunami beberapa waktu lalu.

Salah satunya yakni penampakan air laut yang berwarna oranye di sekitar gunung. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo purwo Nugroho, dalam akun Twitter miliknya mengunggah penampakan kondisi Anak Krakatau tersebut.

Dalam video berdurasi 2 menit itu terlihat air laut di sekitar gunung berwarna oranye kecokelatan. Sutopo menjelaskan bahwa terjadinya warna tersebut adalah karena kandungan hidrosida besi yang dikeluarkan oleh kawah. Larutan ini kemudian bercampur dengan air laut sehingga memunculkan warna seperti itu.

"Kondisi Gunung Anak Krakatau pada 11/1/2019 yang didokumentasikan ⁦@EarthUncutTV⁩, tulis Sutopo lewat akun Twitter miliknya pada Jumat (11/1). "Warna orange kecoklatan adalah hidrosida besi (FeOH3) yang mengandung zat besi tinggi yang keluar dari kawah dan larut ke dalam air laut. Tubuh Gunung Anak Krakatau telah banyak berubah."


Sementara itu, seorang peneliti dari Pusat Penelitian Oseoanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Profesor Zainal Arifin menyebut bahwa kandungan besi yang berasal dari kawah dapat menyuburkan perairan di sekitarnya. Sedangkan pada umumnya, kandungan besi di lepas pantai relatif sedikit.

"Debu zat besi akan menyuburkan perairan," kata Zainal dilansir Antara pada Senin (14/1). "Karena lepas pantai umumnya miskin Fe (besi)."

Zainal kemudian menjelaskan bahwa kandungan besi tersebut akan dimanfaatkan oleh fitoplankton untuk melangsungkan proses fotosintesis. Nantinya, fitoplankton ini akan menjadi sumber nutrisi bagi larva-ikan. Arus laut yang bergerak dari Selat Karimata ke Selat Sunda dan Samudera Hindia, akan subur berkat adanya fitoplankton ini.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait