Paus dan Imam Besar Al Azhar Tanda Tangani Dokumen Persaudaraan Manusia Hapus Istilah Minoritas
Dunia

Paus Fransiskus juga sempat menggelar misa pertama kalinya di Uni Emirat Arab yang dihadiri oleh 135 ribu umat Katolik.

WowKeren - Senin (4/2) kemarin merupakan hari bersejarah di saat Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar, Dr Ahmed At-Tayyeb, menandatangani "Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Berdampingan". Dokumen tersebut ditanda tangani dalam Pertemuan Persaudaraan Manusia di Uni Emirat Arab.

Tujuan dibuatnya deklarasi ini adalah untuk mendorong hubungan yang lebih kuat antar umat manusia. Selain itu, dokumen ini dibuat untuk melawan ekstrimisme dalam kehidupan umat beragama.


Dalam dokumen tersebut dituliskan bahwa segala tindakan kekerasan yang mengatasnamakan Tuhan tidak bisa dibenarkan. “Tuhan, Yang Mahakuasa, tidak perlu dibela oleh siapa pun dan tidak ingin nama-Nya digunakan untuk menteror orang," demikian salah satu kutipan dokumen seperti yang dilihat dari humanfraternitymeeting.com pada Rabu (6/2).

Di sisi lain, Dr Ahmed At-Tayyeb meminta kepada umat Islam untuk melindungi komunitas Kristen di Timur Tengah. Selain itu, ia juga memberikan imbauan kepada umat Islam di negara Barat agar bisa hidup berdampingan dengan seluruh umat manusia.

"Anda adalah bagian dari bangsa ini, Anda bukan minoritas," terang At-Tayyeb. Dokumen Deklarasi Abu Dhabi ini juga menyebutkan adanya penghapusan istilah minoritas yang disebut hanya akan melahirkan perasaan terisolasi dan rendah diri.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, putra mahkota Abu Dhabi serta wakil panglima tertinggi angkatan bersenjata UEA, bersama dengan lebih dari 400 pemimpin keagamaan. Mereka memberikan penghargaan kepada Paus Fransiskus dan juga At-Tayyeb.

Piagam "Penghargaan Persaudaraan Manusia" kepada At-Tayyeb diberikan sebagai pengakuan atas ketegasan dalam membela moderasi, toleransi, nilai-nilai global, serta penolakan terhadap ekstrimisme radikal. Di sisi lain, penghargaan yang sama diberikan kepada Paus Fransiskus atas jasanya mendorong kehidupan bertoleransi dan mengesampingkan perbedaan untuk perdamaian dan persaudaraan umat manusia.

Sementara itu, Paus juga menggelar misa pertama di Uni Emirat Arab yang dihadiri oleh sekitar 135 ribu umat Katolik. Ini juga sekaligus menjadi khotbah pertama Paus Fransiskus di semenanjung Arab.

You can share this post!

Related Posts