TKN Minta Dukungan Pendiri Gerindra ke Paslon 01 Tak Dikaitkan dengan Catatan HAM Jokowi
Nasional

Muchdi Pr pernah menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Talib.

WowKeren - Dukungan pendiri Partai Gerindra Muchdi Purwoprandjono (Pr) untuk Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin menjadi soal. Pasalnya, purnawirawan TNI tersebut saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Berkarya yang merupakan salah satu partai koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Muchdi sendiri pernah tersandung kasus pelanggaran HAM. Ia menjadi terdakwa kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Talib yang cukup menghebohkan Indonesia beberapa waktu lalu. Namun, ia akhirnya dibebaskan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.


Terkait rekam jejak Muchdi dalam kasus HAM, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Lodewijk Freidrich Paulus meminta agar publik tidak mengahakimi Muchdi karena hal itu. Menurut Lodewijk, dukungan Muchdi untuk Paslon 01 bukan berarti mencoreng citra petahana yang pernah berjanji untuk menyelesaikan kasus HAM di masa lalu. Lodewijk meminta publik untuk melihat fakta bahwa Muchdi sudah divonis bebas oleh pengadilan.

"Kalau itu tentu lihat fakta hukum, fakta persidangan," kata Lodewijk di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Kamis (14/2). "Tidak bisa (kita) intervensi."

Jika ke depannya masih ada saja pihak yang mengaitkan keterlibatan Muchdi dalam kasus pembunuhan Munir, maka sudah tak diragukan lagi bahwa itu adalah bentuk black campaign. Sebab menurut Lodewijk, fakta pengadilan menyatakan bahwa Muchdi telah bebas.

"Sudah tahu fakta tidak ada, berarti black campaign," ujar Lodewijk. "Waktu (Muchdi) di sana (kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno) enggak diributin tuh."

Sementara itu, Muchdi mengatakan bahwa partainya tidak menentukan harus memilih Paslon mana di Pilpres nanti. "Justru Partai Berkarya itu tidak menentukan siapa, tidak secara spesifik pilihan politik untuk mendukung 01 atau 02," kata pendiri Gerindra itu di posko relawan Kotak Hijau, Jakarta Selatan, Rabu (13/2).

Adapun alasan Muchdi memutuskan untuk mendukung Jokowi adalah karena presiden yang satu itu telah memberikan bukti nyata untuk pembangunan Indonesia. Selama empat tahun pemerintahannya, Jokowi dinilai lebih mampu melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh para pemimpin sebelumnya.

"Sudah jelas yang dilakukan oleh Jokowi," imbuh Muchdi. "Yang tidak dilaksanakan oleh presiden yang lalu setelah reformasi."

You can share this post!

Related Posts