Untuk bisa membaur dengan para jamaah, pelaku menggunakan baju koko agar tidak dicurigai.
- Wahyu
- Jumat, 22 Februari 2019 - 10:48 WIB
WowKeren - Acara Munajat 212 diwarnai oleh kericuhan yang disebabkan oleh aksi pencopetan. Kericuhan tersebut terjadi di belakang panggung utama dekat pintu masuk VIP.
Kericuhan bermula ketika massa memergoki seorang pria yang diduga pencopet. Pihak keamanan panitia segera menuju ke lokasi dan mengerumuni pria tersebut. "Benar tadi karena copet," ujar seorang polisi dilansir dari CNN Indonesia pada Jumat (22/2).
Sejauh ini, polisi telah mengamankan dua orang yang diduga pencopet. Hal tersebut dikatakan oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan.
"Iya itu diduga copet ya," kata Harry dilansir dari Merdeka, Jumat (22/2). "Ada dua orang dan sudah kita bawa, ya itu diduga ya (berawalnya kericuhan)."
Seorang peserta bernama Walda, mengaku telah kehilangan ponsel miliknya. Hal itu terjadi saat dirinya sedang menjaga rekannya. "Saya tadi mau amankan Satria, pas itu hape saya hilang," kata Walda.
Salah seorang dari mereka berhasil diamankan oleh massa Munajat 212. Sedangkan yang satunya lagi sempat melarikan diri. Dalam melancarkan aksinya, pelaku mengenakan baju koko untuk bisa membaur dengan para jamaah.
Selian Walda, ada jamaah lain yang juga mengaku telah kehilangan ponsel. Affan mengatakan bahwa waktu itu ia sedang membeli gorengan. Di saat itu pula, ada dua orang pria yang memepetnya. Ketika mengecek saku celana, ia sudah tidak menemukan lagi ponselnya di sana.
"Saya tadi mau masuk Monas, lagi beli gorengan," tutur Affan. "Sama temen tiba-tiba ada dua orang mepet saya, saya lihat HP sudah tidak ada, taro di kantong celana mas."
Dalam acara tersebut, terlihat hadir tokoh politik seperti Fadli Zon dan Fahri Hamzah. Bahkan, Fadli Zon sempat menunjukkan salam dua jari yang hal ini menimbulkan spekulasi dari kubu Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin.
Pihak Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf bahkan meminta Bawaslu untuk melakukan penyelidikan terkait hal ini. Sebab, mereka curiga jika ada dalang politik dibalik pagelaran Munajat 212 pada Kamis (21/2) malam tersebut.
(wk/wahy)