Eks Anggota HTI yang Dibubarkan Pemerintahan Jokowi Dituding Dukung Prabowo dan Sebar Hoaks Agama
Nasional

Tudingan disampaikan Ketum PPP, Romahurmuziy menjawab keresahan masyarakat mengenai label Jokowi sebagai Presiden anti-Islam.

WowKeren - Bahasan mengenai organisasi Islam yang sudah dibubarkan, yakni Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) kembali muncul ke permukaan. Pendapat mengenai jejak HTI disampaikan oleh Ketua Umum PPP, Romahurmuziy. Ia menudung para eks HTI sebagai dalang dari berbagai hoaks soal agama yang berkembang di masyarakat.

Romy menduga jika para eks kader HTI kecewa dengan keputusan Joko Widodo untuk membubarkan organisasi mereka. Oleh karena itu, HTI berusaha hidup kembali dengan memberikan dukungan sepenuhnya untuk pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pria yang menjabat sebagai anggota DPR RI ini juga menduga jika HTI berada di balik hoaks-hoaks soal agama yang beredar. "Karena memang ada komponen saudara-saudara kita umat Islam yang tersakiti hatinya dan merasa marah karena dibubarkan organisasinya, yaitu HTI. Mereka (Eks HTI) semua berkumpul di sana (kubu Prabowo-Sandiaga)," terang Romy ditemui di Hotel Grand Mercure, Jakarta, pada Selasa (26/2) kemarin.


Romy juga berpendapat jika para mantan kader HTI ini sudah tak lagi peduli dengan keislaman Prabowo dan Sandiaga. Mereka disebut memberikan dukungan penuh pada kubu Prabowo-Sandiaga dengan harapan bisa hidup kembali jika paslon nomor urt 02 itu menang dalam Pilpres 2019.

"Jadi eks HTI ini tidak lagi peduli kepada keislaman Prabowo atau keislaman Sandi," sambung Romy. "Yang penting bagi mereka salah satu dan satu-satunya alasan mereka untuk bisa hidup kembali hanya kalau Prabowo menang."

Seperti diketahui, Kementerian Hukum dan HAM telah resmi mencabut status badan hukum HTI pada 29 Juli tahun 2017 yang lalu. Pencabutan status itu dilakukan sebagai tindak lanjut Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 yang menggantikan UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Menteri Koordinator politik, Hukum, dan Keamanan pada saat itu, yakni Wiranto, dalam pidatonya mengungkap jika HTI dibubarkan lantaran nilai yang dianut tidak sesuai Pancasila dan UUD 45. Menurutnya kelompok tersebut berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan Indonesia.

(wk/silm)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait