Kecelakaan tunggal sebuah mobil yang mengarah dari Solo ke Surabaya terjadi karena selip akibat permukaan jalan tol yang licin dan basah.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 08 Maret 2019 - 09:47 WIB
WowKeren - Curah hujan yang tinggi menyebabkan sejumlah wilayah di Jawa Timur dilanda banjir, termasuk Madiun. Sebanyak 52 desa yang ada di 12 kecamatan di Kabupaten Madiun terendam banjir pada Kamis (7/3).
Banjir di Madiun disebabkan karena air yang ada di Sungai Bengawan Solo meluap. Akibatnya, air ini mengguyur sejumlah wilayah di sekitarnya hingga menyebabkan ribuan rumah warga mengalami kerusakan.
Berdasarkan data yang ada di BPBD Madiun, ada sebanyak 5.086 pemukiman warga yang rusak dan 5.707 kepala keluarga terdampak akibat banjir ini. Meski air bah dilaporkan telah mulai surut, namun sebagian masyarakat Madiun masih memilih untuk mengungsi. Ada sekitar 1.500 warga yang mengungsi di sejumlah posko yang tersebar di beberapa desa dan kecamatan.
Adapun pengungsi didominasi oleh kalangan anak-anak dan manula, khususnya yang ada di kantor Kecamatan Balerejo dan Kantor Desa Garon. Warga khawatir jika banjir akan kembali menerjang dan merendam rumah mereka.
"Masing-masing desa dan kecamatan yang terdampak banjir membuat posko," kata Bupati Madiun Ahmad Dawami dilansir dari Kompas pada Jumat, 8/3). "Total pengungsi yang berada di posko mencapai 1500-an orang."
Banjir tak hanya merendam rumah warga tapi juga ruas jalan tol Madiun-Caruban Kilometer 603. Hal ini menyebabkan permukaan jalan tol menjadi basah dan licin. Akibatnya, sebuah mobil mengalami kecelakaan hingga menewaskan seorang bocah.
Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksosno mengatakan bahwa mobil tersebut mengarah dari Solo ke Surabaya dan menabrak pagar pengaman jalan tol. Akibat permukaan jalan yang licin, mobil mengalami selip hingga akhirnya masuk parit.
"Karena jalannya basah sehingga mobil yang dikemudikan Jimmy Octavianus selip," jelas Ruruh. "Sehingga menabrak guardrill dan masuk parit."
Akibat banjir bandang ini, PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) terpaksa menutup jalan tol untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Area Manager Tol Ngawi-Kertosono Sabililah mengatakan bahwa air menggenang hingga setinggi 75 cm.
"Banjir masuk di kilometer 603+800 sampai 604+200 jalur B (arah dari Surabaya menuju Solo)," terang Sabililah. "Ketinggian kurang lebih sekitar 75 cm untuk daerah paling tinggi."
Untuk membantu para korban bencana, Pemkot Surabaya juga sudah mulai menyalurkan bantuan berupa makanan, obat-obatan, hingga perlengkapan bayi. "Hari ini kita akan mengirim bantuan sekitar dua truk. Satu truk ke Madiun dan satu truk ke Ponorogo," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Linmas Kota Surabaya, Eddy Christijanto.
(wk/zodi)